Penelitian ini dilatar belakangi oleh pentingnya penerapan strategi pemasaran yang tepat pada usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) guna meningkatkan daya saing di tengah persaingan usaha yang semakin kompetitif. UMKM Keripik Pisang Tunas Metro masih menghadapi fluktuasi penjualan dan belum menerapkan strategi Segmenting, Targeting, dan Positioning (STP) secara sistematis. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: (1) bagaimana penerapan strategi STP dalam meningkatkan daya saing Keripik Pisang Tunas Metro, dan (2) apa saja faktor pendukung dan hambatan dalam penerapannya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan strategi STP serta mengidentifikasi faktor pendukung dan hambatan yang memengaruhi keberhasilan penerapannya. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Penelitian dilaksanakan di UMKM Keripik Pisang Tunas Metro dengan teknik penentuan informan menggunakan purposive sampling yang melibatkan pemilik usaha dan karyawan sebagai informan. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi. Keabsahan data diuji menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi teknik, sedangkan analisis data menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldaña yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan strategi STP telah dilakukan secara sederhana melalui pengelompokan konsumen berdasarkan kebutuhan, penetapan target pasar masyarakat umum dan pembeli oleh-oleh, serta upaya menjaga kualitas produk sebagai Positioning. Faktor pendukung meliputi kualitas produk yang konsisten, harga yang terjangkau, dan pelayanan yang fleksibel, sedangkan hambatan meliputi keterbatasan pemasaran, persaingan usaha yang semakin ketat, serta kendala ketersediaan bahan baku. Disarankan agar pelaku usaha meningkatkan pemasaran digital, melakukan inovasi produk, dan memperluas jaringan pemasaran guna memperkuat daya saing. Penelitian ini terbatas pada satu objek UMKM sehingga hasil penelitian belum dapat digeneralisasikan pada seluruh UMKM pengolahan pangan di Kota Metro. Oleh karena itu, penelitian selanjutnya disarankan melibatkan lebih banyak objek penelitian serta mengombinasikan pendekatan kuantitatif agar diperoleh hasil yang lebih komprehensif.