Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Gambaran Penanganan Kasus Fraktur Tibia di Rumah Sakit Umum Royal Prima Tahun 2021-2023 Hakim, Khoirunnisa
Kieraha Medical Journal Vol 6, No 1 (2024): KIERAHA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/kmj.v6i1.8505

Abstract

Fraktur atau yang biasa dikenal dengan patah tulang merupakan diskontinuitas sebagian atau seluruh yang terjadi pada tulang. Penyebab fraktur yang paling sering terjadi adalah trauma, yang mencakup insiden lalu lintas dan non-lalu lintas. Prevalensi fraktur di Indonesia mencapai angka 5,8%. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran penanganan kasus fraktur tibia yang dilakukan di Rumah Sakit Umum Royal Prima. Penelitian ini menggunakan pendekatan desain cross-sectional dan bersifat deskriptif observasional dan sumber data yang diambil menggunakan data sekunder yaitu rekam medis pasien yang mengalami fraktur tibia dari tahun 2021 hingga 2023. Analisis hasil dilakukan menggunakan analisis statistik frekuensi menggunakan SPSS. Hasil penelitian ini menunjukkan usia terbanyak yang mengalami fraktur tibia adalah usia 20-60 tahun (60%), banyak terjadi pada laki laki (72%), jenis fraktur yang banyak dialami adalah fraktur tertutup (76%) dan semua penanganan yang dilakukan adalah ORIF (100%).
Gambaran Penanganan Kasus Fraktur Tibia di Rumah Sakit Umum Royal Prima Tahun 2021-2023 Hakim, Khoirunnisa
Kieraha Medical Journal Vol 6, No 1 (2024): KIERAHA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/kmj.v6i1.8505

Abstract

Fraktur atau yang biasa dikenal dengan patah tulang merupakan diskontinuitas sebagian atau seluruh yang terjadi pada tulang. Penyebab fraktur yang paling sering terjadi adalah trauma, yang mencakup insiden lalu lintas dan non-lalu lintas. Prevalensi fraktur di Indonesia mencapai angka 5,8%. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran penanganan kasus fraktur tibia yang dilakukan di Rumah Sakit Umum Royal Prima. Penelitian ini menggunakan pendekatan desain cross-sectional dan bersifat deskriptif observasional dan sumber data yang diambil menggunakan data sekunder yaitu rekam medis pasien yang mengalami fraktur tibia dari tahun 2021 hingga 2023. Analisis hasil dilakukan menggunakan analisis statistik frekuensi menggunakan SPSS. Hasil penelitian ini menunjukkan usia terbanyak yang mengalami fraktur tibia adalah usia 20-60 tahun (60%), banyak terjadi pada laki laki (72%), jenis fraktur yang banyak dialami adalah fraktur tertutup (76%) dan semua penanganan yang dilakukan adalah ORIF (100%).