Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Sebuah Pemikiran Teori Hukum Murni Hans Kelsen N, Yunda Rahayu; Rizqia Aufa H; Rohima, Syifa
TERAJU: Jurnal Syariah dan Hukum Vol 5 No 02 (2023)
Publisher : P3M dan Jurusan Syariah dan Ekonomi Bisnis Islam STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The law as a fundamental element in societal life functions as a rule that regulates interactions between individuals and institutions. Hans Kelsen's Pure Theory of Law is one of the most significant contributions to the development of legal theory by Austrian legal scholars. This theory emphasizes the separation between law and morality, as well as the influence of politics or ideology on legal analysis. This article discusses the background of Kelsen's thought, the development of his theory, and its relevance in the context of modern law. This research uses a normative legal research method and is conducted using a study of literature that involves various references to journals, books, and recent articles. Kelsen's Pure Theory of Law has several key elements that are characteristic of it and distinguish it from other legal theories. This theory helps to create a scientific and objective approach to understanding the law, as well as providing a foundation for the application of law that is consistent and just. However, this theory also faces criticism from various groups, especially because it is considered too formalistic and neglects values of justice.
Aktivisme Sosial dan Politik Generasi Z dalam Perspektif Masyarakat: Antara Kepedulian Substantif dan Fenomena Trend Sosial Auliya, Annida; Afifah; Rohima, Syifa; Julviana, Alya; Handayani, Rizqia Aufa
Equality: Law and Social Vol. 1 No. 3 (2026)
Publisher : Riset Anak Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji persepsi masyarakat terhadap aktivisme sosial dan politik yang dilakukan oleh Generasi Z di era digital, dengan fokus pada pertanyaan apakah keterlibatan mereka merupakan bentuk kepedulian nyata atau sekadar mengikuti tren. Menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan dukungan analisis reflektif-kritis, penelitian ini melibatkan 198 responden dari berbagai latar belakang usia, jenis kelamin, dan pendidikan melalui kuesioner daring. Data menunjukkan bahwa mayoritas masyarakat (81%) memandang aktivisme Gen Z sebagai kombinasi antara kepedulian tulus dan dorongan mengikuti tren, sementara 40% responden meyakini bahwa aktivisme tersebut dilandasi kepedulian nyata. Tingkat dukungan terhadap keterlibatan Gen Z dalam pengambilan keputusan politik sangat tinggi, dengan 87,9% responden menyatakan mendukung atau sangat mendukung partisipasi mereka. Sebanyak 90,9% responden percaya bahwa Gen Z berpotensi menjadi agen perubahan sosial-politik. Meski mayoritas masyarakat (85,8%) tidak merasa terganggu oleh aktivisme digital Gen Z, masih terdapat kekhawatiran terhadap efektivitas dan kedalaman substansi gerakan mereka. Penelitian ini menyimpulkan bahwa aktivisme Gen Z bukanlah fenomena tunggal yang dapat dikategorikan secara kaku, melainkan bagian dari pergeseran paradigma sosial-politik yang kompleks dan dinamis. Gen Z berpotensi menjadi "pengubah" yang membawa nilai-nilai baru ke ruang publik, namun memerlukan dukungan sistem yang memungkinkan mereka bertumbuh secara ideologis, strategis, dan struktural untuk mencapai transformasi sosial yang substantif.