Media pembelajaran matematika berbentuk visual auditori sangat penting untuk digunakan dalam proses pembelajaran siswa tunanetra. Keterbatasan media pembelajaran matematika eksploratif yang mendukung menyebabkan rendahnya kemampuan berhitung dasar matematika siswa tunanetra, khususnya di SLB Negeri 1 Buleleng. Hal ini berdampak pada rendahnya capaian hasil belajar siswa. Selain itu, belum adanya kegiatan seni bermain alat musik tradisional menyebabkan kurang tersalurkannya minat dan bakat siswa tunanetra dalam seni tradisional. Atas dasar itu, diperlukan suatu program pelatihan dan pendampingan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan siswa tunanetra dalam berhitung dasar matematika dan kreativitas seni tradisional dengan memanfaatkan alat musik tradisional Rindik melalui Harmoni Edukasi dalam program PKM-PM. Metode pelaksanaan Harmoni Edukasi meliputi tahapan Discussion for Harmony, Ready for Harmony, Practice for Harmony, Active for Harmony, dan Show Art for Harmony dengan melibatkan 9 siswa tunanetra. Hasil pelaksanaan Program Harmoni Edukasi, yakni (1) telah mampu membuat media pembelajaran interaktif untuk berhitung dasar matematika dengan menggunakan rindik bagi siswa tunanetra; (2) telah mampu membantu siswa tunanetra dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam berhitung dasar matematika dan kreasi seni tradisional; dan (3) meningkatkan hasil belajar siswa tunanetra. Keberlanjutan program Harmoni Edukasi dilakukan oleh kelompok guru mentor, tim PKM, sekolah, dan mitra di bawah koordinasi Dinas Pendidikan Kabupaten Buleleng. Program Harmoni Edukasi melibatkan kolaborasi antara pendidik, musisi lokal, dan ahli pendidikan khusus untuk menciptakan lingkungan belajar yang mendukung dan inklusif bagi siswa tunanetra.