Peran penting orang tua dalam mengontrol remaja menggunakan gadget sebagai upaya dalam mencegah kecanduan gadget menjadi tugas dan tanggung jawab bersama. Tidak bisa dipungkiri bahwa fenomena pengguna gadget dikalangan remaja menjadi perhatian banyak peneliti saat ini. Penelitian ini memfokuskan pada dua bagian (1) penerapan pola asuh authoritative parenting dan (2) fenomena pengguna gadget di kalangan remaja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian bahwa pola asuh authoritative parenting dilakukan dengan beberapa tahapan kegiatan: Pertama, Mengontrol akses penggunaan gadget, Kedua, membatasi penggunaan gadget, Ketiga memberikan wawasan yang baik, Keempat, menjelaskan website yang boleh diakses, kelima menghindari konten yang tidak sesuai. Upaya lain termasuk mengawasi konten yang diakses oleh anak, membatasi waktu penggunaan gadget, dan menyeting gadget sesuai dengan usia anak. Sedangkan fenomena pengguna gadget di kalangan remaja terjadi secara signifikan semenjak adanya bantuan internet gratis dari pihak PT Angkasa Pura yang diperuntukkan untuk Remaja TPQ di Dusun Ketangge Desa Batujai berpengaruh, peningkatan pengguna gadget terjadi secara drastis. Remaja pengguna gadget di dusun Ketangge Desa Batujai dapat mengakses internet gratis selama 24 jam. Kondisi ini menyebabkan pengguna gadget di kalangan remaja menjadi tidak terkontrol, seperti rela begadang sampai larut malam. Remaja di dusun Ketangge merupakan sebagian besar penghafal al-qur’an. Dusun Ketangge yang terdiri dari 40 KK telah mencetak puluhan penghafal al-qur’an. Sehingga dusun ini menjadi pilihan bagi masyarakat di sekitar untuk menyerahkan anak didiknya untuk belajar menghafal al-qur’an.