Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Integritas Green Accounting, Tanggung Jawab Sosial, dan Profitabilitas: Menciptakan Nilai Berkelanjutan bagi Perusahaan Putri, Aprila Anjani
Ilmu Ekonomi Manajemen dan Akuntansi Vol. 5 No. 2 (2024): Jurnal Ilmu Ekonomi Manajemen dan Akuntansi
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/ileka.v5i2.2394

Abstract

Dalam era globalisasi dan perkembangan teknologi yang pesat, perusahaan dihadapkan pada tantangan untuk tidak hanya mengejar keuntungan finansial, tetapi juga mempertimbangkan dampak sosial dan lingkungan dari operasional mereka. Konsep green accounting atau akuntansi lingkungan muncul sebagai respons terhadap kebutuhan akan transparansi dan akuntabilitas dalam laporan keuangan yang mempertimbangkan faktor-faktor keberlanjutan. Green accounting berfokus pada pengukuran, pencatatan, dan pelaporan dampak lingkungan dari aktivitas perusahaan, sehingga dapat membantu stakeholder dalam membuat keputusan yang lebih baik Studi ini menyelidiki bagaimana profitabilitas, tanggung jawab sosial (CSR) dan green accounting berkontribusi pada pembentukan nilai berkelanjutan perusahaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kausal untuk menemukan betapa pentingnya menerapkan prinsip prinsip green accounting yang transparan dan akuntabel terutama dalam hal meningkatkan reputasi dan kepercayaan pemangku kepentingan. Hasil menunjukkan bahwa green accounting berpengaruh signifikan terhadap pembangunan berkelanjutan yang dimoderasi oleh tingkat profitabilitas perusahaan. Namun, kinerja lingkungan tidak menunjukkan dampak langsung terhadap keberlanjutan yang disebabkan tingginya biaya implementasi. Profitabilitas berperan penting sebagai faktor pendukung untuk investasi dalam inisiatif keberlanjutan seperti program CSR dan inovasi tegnologi ramah lingkungan. Penelitian ini menyarankan agar perusahan untuk mengintegritas strategi keberlanutan dalam operasional bisnisnya dan merekomendasikan dukungan regulasi pemerintah untuk mendorong praktik bisnis yang bertanggung jawab. Kesimpulan ini menyoroti pentingnya pendekatan holistik dalam mengelola finansial tetapi juga dampak sosial dan lingkungan perusahaan
Integritas Green Accounting, Tanggung Jawab Sosial, dan Profitabilitas: Menciptakan Nilai Berkelanjutan bagi Perusahaan Putri, Aprila Anjani
Ilmu Ekonomi Manajemen dan Akuntansi Vol. 5 No. 2 (2024): Jurnal Ilmu Ekonomi Manajemen dan Akuntansi
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/ileka.v5i2.2394

Abstract

Dalam era globalisasi dan perkembangan teknologi yang pesat, perusahaan dihadapkan pada tantangan untuk tidak hanya mengejar keuntungan finansial, tetapi juga mempertimbangkan dampak sosial dan lingkungan dari operasional mereka. Konsep green accounting atau akuntansi lingkungan muncul sebagai respons terhadap kebutuhan akan transparansi dan akuntabilitas dalam laporan keuangan yang mempertimbangkan faktor-faktor keberlanjutan. Green accounting berfokus pada pengukuran, pencatatan, dan pelaporan dampak lingkungan dari aktivitas perusahaan, sehingga dapat membantu stakeholder dalam membuat keputusan yang lebih baik Studi ini menyelidiki bagaimana profitabilitas, tanggung jawab sosial (CSR) dan green accounting berkontribusi pada pembentukan nilai berkelanjutan perusahaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kausal untuk menemukan betapa pentingnya menerapkan prinsip prinsip green accounting yang transparan dan akuntabel terutama dalam hal meningkatkan reputasi dan kepercayaan pemangku kepentingan. Hasil menunjukkan bahwa green accounting berpengaruh signifikan terhadap pembangunan berkelanjutan yang dimoderasi oleh tingkat profitabilitas perusahaan. Namun, kinerja lingkungan tidak menunjukkan dampak langsung terhadap keberlanjutan yang disebabkan tingginya biaya implementasi. Profitabilitas berperan penting sebagai faktor pendukung untuk investasi dalam inisiatif keberlanjutan seperti program CSR dan inovasi tegnologi ramah lingkungan. Penelitian ini menyarankan agar perusahan untuk mengintegritas strategi keberlanutan dalam operasional bisnisnya dan merekomendasikan dukungan regulasi pemerintah untuk mendorong praktik bisnis yang bertanggung jawab. Kesimpulan ini menyoroti pentingnya pendekatan holistik dalam mengelola finansial tetapi juga dampak sosial dan lingkungan perusahaan
PENDAMPINGAN MASYARAKAT DALAM PEMANFAATAN LIMBAH BATOK KELAPA MENJADI PRODUK BRIKET SEBAGAI ALTERNATIF BAHAN BAKAR RAMAH LINGKUNGAN DI DESA SELONG BELANAK Putri, Aprila Anjani; Listiawati, Nadya; Sallahuddin, Imam Soleh; Putri, Deffi Cantika; Lestari, Febbyola Tri; Cupydo, Cussiana; Wulandari, Wiwik; Vanita, Baiq Enjie Putri; Azzahro, Adistya Revolista; Kadnezar, Ahmad Ariel; Maulana, Aldian; Supryadi, Didy Ika
Jurnal Wicara Vol 3 No 4 (2025): Jurnal Wicara Desa
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/tdvrpp68

Abstract

This community service program was carried out in Selong Belanak Village, Praya Barat District, Central Lombok Regency, with the aim of improving the knowledge and skills of the local community in utilizing coconut shell waste into eco-friendly briquettes. The implementation method consisted of three stages: collecting coconut shells, processing them into briquettes, and conducting socialization and demonstrations. The results showed that although the initial stages of collection and production were carried out by the KKN students, the community became actively involved during the socialization stage. Several technical challenges were encountered, such as limited raw materials, weather constraints, lack of equipment, and difficulties in determining the right adhesive composition. However, through continuous improvements, the students successfully produced higher-quality briquettes that were denser and more durable. The socialization activity involving the Puncak Gili Lawang Sejahtera Group was attended by 15 participants and succeeded in increasing community awareness of the benefits of briquettes as an alternative energy source. Thus, this program has achieved its objectives by reducing environmental pollution, enhancing community skills, and opening new business opportunities based on local potential.