Syaharani, Dita
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Transformasi Etika Akademik Mahasiswa Peserta MBKM: Menelusuri Persepsi dan Tantangan Saat Kembali ke Perkuliahan Formal Syaharani, Dita
Ilmu Ekonomi Manajemen dan Akuntansi Vol. 5 No. 2 (2024): Jurnal Ilmu Ekonomi Manajemen dan Akuntansi
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/ileka.v5i2.2425

Abstract

Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) bertujuan meningkatkan kualitas lulusan melalui pengalaman belajar di luar kampus yang berfokus pada pengembangan keterampilan teknis dan softskill mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana pengalaman mengikuti MBKM memengaruhi persepsi mahasiswa terhadap etika akademik saat mereka kembali ke perkuliahan formal. Studi ini diharapkan dapat memberikan wawasan tentang tantangan etis yang mungkin dihadapi mahasiswa serta bagaimana Universitas dapat mendukung mereka dalam transisi ini. Dengan memahami dampak program MBKM terhadap etika akademik, institusi pendidikan dapat merancang strategi yang lebih efektif untuk memfasilitasi adaptasi mahasiswa dan mempertahankan standar etika yang tinggi di kampus. Untuk mendukung penelitian ini, berbagai literatur tentang etika akademik, pengalaman belajar di luar kampus, serta adaptasi mahasiswa pasca program MBKM akan dikaji. Namun, kembali ke perkuliahan formal setelah MBKM memunculkan tantangan, khususnya dalam beradaptasi dengan norma akademik yang lebih ketat. Penelitian ini mengeksplorasi transformasi etika akademik mahasiswa setelah mengikuti MBKM, seperti peningkatan tanggung jawab, kejujuran dan manajemen waktu. Pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi digunakan untuk memahami pengalaman mahasiswa secara mendalam. Data dari wawancara menunjukkan bahwa mahasiswa yang sebelumnya terbiasa dengan fleksibilitas sering kali kesulitan menyesuaikan diri dengan struktur akademik formal. Selain itu, pengalaman lintas budaya selama MBKM memperkaya perspektif mahasiswa dalam membangun hubungan sosial dan profesional yang lebih inklusif. Dengan memahami tantangan ini, institusi pendidikan dapat mengembangkan kebijakan adaptasi yang mendukung transisi mahasiswa dari MBKM ke perkuliahan formal.
Transformasi Etika Akademik Mahasiswa Peserta MBKM: Menelusuri Persepsi dan Tantangan Saat Kembali ke Perkuliahan Formal Syaharani, Dita
Ilmu Ekonomi Manajemen dan Akuntansi Vol. 5 No. 2 (2024): Jurnal Ilmu Ekonomi Manajemen dan Akuntansi
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/ileka.v5i2.2425

Abstract

Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) bertujuan meningkatkan kualitas lulusan melalui pengalaman belajar di luar kampus yang berfokus pada pengembangan keterampilan teknis dan softskill mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana pengalaman mengikuti MBKM memengaruhi persepsi mahasiswa terhadap etika akademik saat mereka kembali ke perkuliahan formal. Studi ini diharapkan dapat memberikan wawasan tentang tantangan etis yang mungkin dihadapi mahasiswa serta bagaimana Universitas dapat mendukung mereka dalam transisi ini. Dengan memahami dampak program MBKM terhadap etika akademik, institusi pendidikan dapat merancang strategi yang lebih efektif untuk memfasilitasi adaptasi mahasiswa dan mempertahankan standar etika yang tinggi di kampus. Untuk mendukung penelitian ini, berbagai literatur tentang etika akademik, pengalaman belajar di luar kampus, serta adaptasi mahasiswa pasca program MBKM akan dikaji. Namun, kembali ke perkuliahan formal setelah MBKM memunculkan tantangan, khususnya dalam beradaptasi dengan norma akademik yang lebih ketat. Penelitian ini mengeksplorasi transformasi etika akademik mahasiswa setelah mengikuti MBKM, seperti peningkatan tanggung jawab, kejujuran dan manajemen waktu. Pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi digunakan untuk memahami pengalaman mahasiswa secara mendalam. Data dari wawancara menunjukkan bahwa mahasiswa yang sebelumnya terbiasa dengan fleksibilitas sering kali kesulitan menyesuaikan diri dengan struktur akademik formal. Selain itu, pengalaman lintas budaya selama MBKM memperkaya perspektif mahasiswa dalam membangun hubungan sosial dan profesional yang lebih inklusif. Dengan memahami tantangan ini, institusi pendidikan dapat mengembangkan kebijakan adaptasi yang mendukung transisi mahasiswa dari MBKM ke perkuliahan formal.