Firdausy, Ahlal
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Perilaku Tidak Etis dan Dampaknya terhadap Kepercayaan Publik: Studi Kasus pada Laporan Keuangan Perusahaan Firdausy, Ahlal
Ilmu Ekonomi Manajemen dan Akuntansi Vol. 5 No. 2 (2024): Jurnal Ilmu Ekonomi Manajemen dan Akuntansi
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/ileka.v5i2.2431

Abstract

Perilaku tidak etis dalam penyusunan laporan keuangan menjadi isu penting yang berdampak besar pada kepercayaan publik, terutama di Indonesia. Skandal keuangan besar seperti Enron dan WorldCom di Amerika Serikat mengungkapkan bagaimana manipulasi laporan keuangan dapat merusak reputasi perusahaan dan menurunkan kepercayaan investor. Di Asia, berbagai perusahaan menghadapi tantangan serupa, termasuk dalam penerapan transparansi dan pengendalian internal. Hal ini menunjukkan bahwa perilaku tidak etis bukan hanya masalah lokal, tetapi fenomena global yang memengaruhi ekosistem bisnis secara luas. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku tidak etis dalam akuntansi dan dampaknya terhadap tingkat kepercayaan masyarakat terhadap perusahaan. Metode yang digunakan adalah literature review dengan mengumpulkan data sekunder dari artikel jurnal ilmiah, buku, laporan studi kasus, dan dokumen regulasi yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tekanan eksternal dan internal, pemahaman yang rendah terhadap kode etik akuntansi, serta budaya organisasi yang kurang mendukung nilai integritas menjadi faktor utama yang mendorong perilaku tidak etis. Dampak dari perilaku tidak etis tersebut antara lain penurunan reputasi perusahaan, penurunan nilai saham, dan menurunnya kualitas audit, yang akhirnya mengurangi kepercayaan publik terhadap laporan keuangan. Rekomendasi dari penelitian ini mencakup pentingnya pelatihan kode etik yang rutin, penguatan budaya organisasi yang mendukung transparansi dan integritas, serta pemanfaatan teknologi untuk mendeteksi potensi kecurangan. Penelitian ini juga menyarankan pengembangan lebih lanjut mengenai peran teknologi seperti blockchain dalam meningkatkan transparansi laporan keuangan.
Perilaku Tidak Etis dan Dampaknya terhadap Kepercayaan Publik: Studi Kasus pada Laporan Keuangan Perusahaan Firdausy, Ahlal
Ilmu Ekonomi Manajemen dan Akuntansi Vol. 5 No. 2 (2024): Jurnal Ilmu Ekonomi Manajemen dan Akuntansi
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/ileka.v5i2.2431

Abstract

Perilaku tidak etis dalam penyusunan laporan keuangan menjadi isu penting yang berdampak besar pada kepercayaan publik, terutama di Indonesia. Skandal keuangan besar seperti Enron dan WorldCom di Amerika Serikat mengungkapkan bagaimana manipulasi laporan keuangan dapat merusak reputasi perusahaan dan menurunkan kepercayaan investor. Di Asia, berbagai perusahaan menghadapi tantangan serupa, termasuk dalam penerapan transparansi dan pengendalian internal. Hal ini menunjukkan bahwa perilaku tidak etis bukan hanya masalah lokal, tetapi fenomena global yang memengaruhi ekosistem bisnis secara luas. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku tidak etis dalam akuntansi dan dampaknya terhadap tingkat kepercayaan masyarakat terhadap perusahaan. Metode yang digunakan adalah literature review dengan mengumpulkan data sekunder dari artikel jurnal ilmiah, buku, laporan studi kasus, dan dokumen regulasi yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tekanan eksternal dan internal, pemahaman yang rendah terhadap kode etik akuntansi, serta budaya organisasi yang kurang mendukung nilai integritas menjadi faktor utama yang mendorong perilaku tidak etis. Dampak dari perilaku tidak etis tersebut antara lain penurunan reputasi perusahaan, penurunan nilai saham, dan menurunnya kualitas audit, yang akhirnya mengurangi kepercayaan publik terhadap laporan keuangan. Rekomendasi dari penelitian ini mencakup pentingnya pelatihan kode etik yang rutin, penguatan budaya organisasi yang mendukung transparansi dan integritas, serta pemanfaatan teknologi untuk mendeteksi potensi kecurangan. Penelitian ini juga menyarankan pengembangan lebih lanjut mengenai peran teknologi seperti blockchain dalam meningkatkan transparansi laporan keuangan.