Hermanto, Edi
Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

BODY SHAMING DALAM PERSPEKTIF AL-QUR’AN (STUDI ANALISIS AYAT-AYAT BODY SHAMING DALAM TAFSIR FATH AL-QADIR) Syabil, Zafran; Hasyqin, Nurul; Siregar, Wahyudi; Wahyuni, Putri; Hermanto, Edi
Ibn Abbas : Jurnal Ilmu Alquran dan Tafsir Vol 7, No 1 (2024): JANUARI - JUNI
Publisher : Magister Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir UINSU Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51900/ias.v7i1.22550

Abstract

Fenomena body shaming yang marak terjadi di era modern ini telah menjadi masalah sosial yang serius. Tindakan merendahkan atau menghina fisik seseorang tidak hanya berdampak buruk pada kesehatan mental individu, tetapi juga bertentangan dengan nilai-nilai kemanusiaan universal. Al-Qur'an, sebagai sumber ajaran Islam yang komprehensif, memberikan panduan hidup yang menyeluruh, termasuk dalam hal etika sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka. Data primer diperoleh dari teks Al-Qur'an surat Al-Hujurat ayat 11 dan tafsir Fath al-Qadir karya Ibnu Kathir. Analisis data dilakukan dengan menggunakan metode hermeneutik, yaitu interpretasi teks secara mendalam untuk memahami makna yang terkandung di dalamnya. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori hermeneutik, yang menekankan pada pemahaman makna teks dalam konteks sejarah dan budaya. Selain itu, digunakan pula teori komunikasi untuk menganalisis bagaimana pesan-pesan dalam Al-Qur'an disampaikan dan dipahami. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Al-Qur'an secara tegas melarang tindakan body shaming melalui berbagai ayat, yaitu dalam surat al-Humazah ayat 1dan surat al-Hujurat ayat 11. Tafsir Fath al-Qadir memberikan penjelasan yang mendalam mengenai larangan tersebut, di mana Ibnu Kathir menekankan pentingnya menjaga kehormatan sesama manusia dan menghindari tindakan yang dapat menyakiti hati orang lain. Berdasarkan analisis yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa body shaming merupakan bentuk pelanggaran terhadap nilai-nilai kemanusiaan yang diajarkan dalam Islam. Al-Qur'an dan tafsir Fath al-Qadir memberikan panduan yang jelas tentang pentingnya menjaga etika dalam berinteraksi dengan sesama, termasuk dalam hal penampilan fisik.
MEMBANGUN KEPERCAYAAN DIRI MELALUI TAFSIR AL-MUNIR DALAM SURAH AT-TIN AYAT 4: TELAAH FENOMENA INSECURE DALAM ISLAM Hsb, Mhd. Andika Sejati; Loviani, Raja Amanda; Aznil, Muhammad; Sarida, Nurul Ain; Hermanto, Edi
Ibn Abbas : Jurnal Ilmu Alquran dan Tafsir Vol 7, No 2 (2024): JULI - DESEMBER
Publisher : Magister Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir UINSU Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51900/ias.v7i2.22738

Abstract

Penelitian ini membahas peran tafsir al-Munir terhadap Surah At-Tin ayat 4 dalam membangun rasa percaya diri melalui perspektif Islam, dengan menyoroti fenomena rasa tidak aman yang sedang berkembang di kalangan generasi muda. Surah At-Tin ayat 4 menekankan bahwa manusia diciptakan dalam bentuk yang sebaik-baiknya, yang dapat dijadikan landasan untuk mengembangkan rasa percaya diri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis bagaimana tafsir ayat ini memberikan perspektif positif terhadap potensi diri dan mengatasi perasaan tidak aman menurut ajaran Islam. Metode yang digunakan adalah kajian tafsir dengan pendekatan kualitatif, menganalisis tafsir al-Munir serta literatur tafsir, artikel ilmiah, dan sumber relevan lainnya yang membahas rasa percaya diri dan rasa tidak aman dalam kehidupan sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman yang mendalam terhadap Surah At-Tin ayat 4 dapat menjadi dasar spiritual untuk mengatasi rasa tidak aman dan memperkuat rasa percaya diri, karena ajaran Islam menekankan potensi manusia yang telah ditentukan oleh Tuhan. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan pemahaman yang lebih dalam mengenai rasa percaya diri dalam konteks Islam.
MENANGKAL BERITA HOAX MENURUT AL-QURAN SURAH AN-NUR AYAT 11 Hermanto, Edi
Jurnal Ushuluddin Vol 24, No 1 (2025): Jurnal Ushuluddin
Publisher : UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51900/ushuluddin.v24i1.26273

Abstract

Islam as a religion of rahmatan lil 'alamin brings teachings that remain relevant throughout the ages, including in today's digital era. The Qur'an is the main guide in solving various life problems in a correct and wise way. This research aims to analyze the importance of ethics in receiving, verifying, and disseminating information based on the values contained in Q.S. An-Nur verses 11-20. It also aims to provide an understanding of how the principle of tabayyun can be applied in the digital era to prevent the spread of hoaxes and slander. The method used in this research is library research, by studying the Qur'an, books, journals, articles, and other sources that discuss ethics in information. The results show that tabayyun, which is the attitude of caution and clarification of the news received, is very important to prevent slander and the spread of hoaxes. In this digital era, information is easily spread through social media such as WhatsApp, Instagram, Facebook, and TikTok. However, this convenience also brings challenges in the form of widespread fake news that can cause damage in society. Q.S. An-Nur verses 11-20 teaches that spreading news without clear evidence is a dangerous act and will bring bad consequences, both in this world and in the hereafter. Therefore, applying the principle of tabayyun in the digital era is a concrete form of practicing Islamic values, maintaining social harmony, and building a society that is more honest and responsible for the information circulating.