Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Knowledge and Attitudes of Young Women about the First 1000 Days of Life (HPK) in Stunting Prevention Sarliana; Yuli Admasari
Journal of Global Research in Public Health Vol. 7 No. 2 (2022): December
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jgrph.v7i2.398

Abstract

Stunting is a chronic nutritional problem, globally stunting affects around 21.3% of. Nationally, the prevalence of stunting is 24.4%, which is still far from the government's target of 14% in 2024. The government's efforts to improve nutrition include the Nutrition Improvement Movement program in the first 1000 days of life or the 1000 HPK Movement. Good knowledge and attitude regarding the 1000 HPK is especially important for adolescents, it needs to be equipped early on so that in the future they can prepare for a good quality pregnancy and become the basis for changing nutritional behavior to reduce nutritional problems. The purpose of this research is to know the description of the knowledge and attitudes of young women about 1000 HPK in stunting prevention. The research method used descriptive research carried out in April-June 2022 with a total sample of 100 grade 11 and 12 students at SMAN (State High School) in the Palu city area which was taken using a cluster stratified sampling technique. The research instrument used a questionnaire. Data were analyzed by univariate analysis. The results showed that most of the respondents had sufficient knowledge about 1000 HPK, namely 66%, and had a negative attitude, namely 67%. The conclusion of this study is that the description of the knowledge and attitudes of young women in SMAN Palu city is mostly with sufficient knowledge and a negative attitude. In order to maximize the increase in knowledge and attitudes of young women about 1000 HPK, the school should cooperate with the puskesmas (public health center) to provide health education about 1000 HPK as a form of stunting prevention.
Gertak Jantung (Gerakan Serentak Jaga Jantung): Edukasi Asuhan Holistik Untuk Ibu Hamil Daerah Binaan Di Kelurahan Lambara Kecamatan Tawaeli Kota Palu: Gertak Jantung (Simultaneous Movement to Guard the Heart): Holistic Care Education for Pregnant Women in the Assisted Area in Lambara Village, Tawaeli District, Palu City Hadriani; Hastuti Usman; Nurfatimah; Yuli Admasari; Zakiah Radjulaeni; Yulianur; Ayu Tantri T. Sinau; Najwa Fevandra Kirana; Fani
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 9 No. 4: April 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i4.11093

Abstract

Program pengabdian masyarakat GERTAK JANTUNG (Gerakan Serentak Jaga Jantung) dilaksanakan di Kelurahan Lambara, Kecamatan Tawaeli, Kota Palu, dengan tujuan meningkatkan pengetahuan dan deteksi dini risiko kardiovaskular pada ibu hamil melalui pendekatan asuhan holistik berbasis komunitas. Kegiatan meliputi edukasi kesehatan, pelatihan kader, serta skrining tekanan darah dan anemia pada ibu hamil. Metode yang digunakan adalah one-group pretest–posttest untuk menilai peningkatan pengetahuan peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yang signifikan pada seluruh indikator. Pengetahuan tentang perubahan fisiologis jantung meningkat dari 20% menjadi 93,3%, tanda bahaya gangguan jantung dari 13,3% menjadi 93,3%, serta beberapa indikator lain seperti anemia, tekanan darah normal, dan tujuan pemeriksaan kehamilan mencapai 100% pada post-test. Selain itu, kader kesehatan menunjukkan peningkatan kompetensi dalam melakukan skrining dan edukasi kepada masyarakat. Kegiatan skrining berhasil mengidentifikasi ibu hamil dengan faktor risiko, sehingga dapat dilakukan tindak lanjut berupa edukasi lanjutan maupun rujukan. Program ini juga meningkatkan keterlibatan keluarga dalam mendukung kesehatan ibu hamil. Secara keseluruhan, program GERTAK JANTUNG terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan deteksi dini risiko kardiovaskular pada ibu hamil, serta berpotensi menjadi model intervensi promotif dan preventif berbasis komunitas yang berkelanjutan.