Siregar, Tegar Adriansyah Putra
Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

UJI AKTIVITAS ANTIBIOTIK EKSTRAK BUAH ANDALIMAN (Zanthoxylum acanthopodium DC) TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Staphylococcus aureus SECARA IN VITRO Shasti, Helwina; Siregar, Tegar Adriansyah Putra
JURNAL IBNU SINA BIOMEDIKA Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (260.647 KB) | DOI: 10.30596/isb.v1i1.1122

Abstract

Latar belakang: Staphylococcus aureus merupakan flora normal yang diperkirakan 20-75% ditemukan pada saluran pernapasan atas, muka, tangan, rambut dan vagina. Infeksi bakteri ini dapat menimbulkan penyakit dengan tanda-tanda yang khas, yaitu peradangan dan tampak sebagai jerawat, infeksi dan inflamasi folikel rambut dan pembentukan abses. Di antara organ yang sering diserang oleh bakteri Staphylococcus aureus adalah kulit yang mengalami luka. Buah Andaliman (Zanthoxylum acanthopodium DC) memiliki efek antibiotik terhadap bakteri gram positif. Flavonoid pada buah Andaliman diketahui dapat menghambat bakteri Staphylococcus aureus. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibiotik ektrak buah Andaliman terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus. Metodologi: Penelitian ini menggunakan metode eksperimental. Teknik yang digunakan dalam mengukur aktivitas antibiotik adalah metode difusi cakram. Hasil penelitian: Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa ektrak buah Andaliman (Zanthoxylum acanthopodium DC) dengan konsentrasi 8%, 6%, 4% dan 2% menghasilkan rata-rata diameter zona bening masing-masing yaitu 13.2 mm, 11.30 mm, 10.24 mm, 8,29 mm sedangkan diameter zona bening sefotaksim yaitu 27.67 mm dan akuades tidak diperoleh zona bening. Kesimpulan: Ekstrak buah Andaliman dengan konsentrasi 8% memiliki zona bening tertinggi terhadap pertumbuhan bakteri S.aureus. Efek antibiotik ekstrak buah Andaliman seluruh konsentrasi tidak berbeda nyata sedangkan sefotaksim dengan ekstrak buah Andaliman seluruh konsentrasi memiliki daya hambat yang nyata.Kata kunci: Staphylococcus aureus, Ekstrak buah Andaliman.
UJI EFEKTIVITAS ANTIBIOTIK EKSTRAK JINTAN HITAM (Nigella sativa Linn) TERHADAP PERTUMBUHAN Staphylococcus aureus SECARA IN VITRO Sentoso, Andika Budi; Siregar, Tegar Adriansyah Putra
JURNAL IBNU SINA BIOMEDIKA Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (448.218 KB) | DOI: 10.30596/isb.v1i2.1654

Abstract

Latar belakang. Staphylococcus aureus merupakan bakteri gram positif, sering berada di dalam tubuh orang yang sehat pada kulit dan mukosa, 20-75% ditemukan pada saluran pernafasan atas, muka, tangan, rambut dan vagina. Staphylococcus aureus merupakan bakteri yang paling sering menyebabkan infeksi nasokomial dan keracunan makanan. Jintan hitam (Nigella sativa Linn) adalah tanaman yang telah terbukti secara empiris maupun medis oleh para peneliti Timur Tengah, Afrika, Eropa, bahkan Amerika Serikat. Para peneliti di Eropa menyatakan bahwa jintan hitam (The Black Seed) bekerja sebagai antimikroba dan antimikotik. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya hambat ekstrak jintan hitam terhadap pertumbuhan S. aureus. Metode. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental. Hasil. Dari hasil penelitian menunjukan bahwa ekstrak jintan hitam (Nigella sativa Lin) dengan konsentrasi 9 mg/mL, 7 mg/mL, 5 mg/mL, 3 mg/mL dan 1 mg/mL menghasilkan rata-rata diameter zona bening masing-masing yaitu 9,94 mm, 9,59 mm, 9,47 mm dan 8,56 mm dan 8,80 mm. Sedangkan diameter zona bening sefotaksim yaitu 31,82 dan pada aquadest tidak diperoleh zona bening. Pada penelitian ini menunjukan perbedaan daya hambat yang signifikan antara sefotaksim dengan aquadest (p= 0,021) , sefotaksim dengan ekstrak konsentrasi 9 mg/mL, 7 mg/mL, 5 mg/mL, 3 mg/mL dan 1 mg/mL (p= 0,014), aquadest dengan ekstrak jintan hitam konsentrasi 9 mg/mL, 7 mg/mL, 5 mg/mL, 3 mg/mL dan 1 mg/mL (p= 0,014) sedangkan perbedaan daya hambat tidak signifikan antara seluruh konsentrasi jintan hitam (p>0,05). Kesimpulan. Ekstrak jintan hitam terbukti memiliki efek antibiotik terhadap pertumbuhan S.aureus. Esktrak jintan hitam dengan konsentrasi 9 mg/mL memiliki zona bening tertinggi pada kelompok perlakuan. Efek antibiotik ekstrak jintan hitam seluruh konsentrasi tidak berbeda nyata sedangkan sefotaksim dengan ekstrak jintan hitam seluruh konsentrasi memiliki daya hambat yang nyata.Kata kunci: Stapyhlococcus aureus, ekstrak jintan hitam  
Prediksi Kefatalan dari Mutasi Missense dan Frameshift pada Varian Gen ULK2 Berpotensi Mengganggu Fungsi Autophagy pada Manusia Pradan, Erlan; Herliana, Fadhilla Ika; Putri, Vanisa Pricilia; Siregar, Tegar Adriansyah Putra
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 16, No 3 (2025): Juli-September 2025
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf16300d

Abstract

The Unc-51 like kinase 2 (ULK2) protein plays a role in the formation of autophagosomes, a type of cellular compartment. ULK2 acts as an initiator in regulating the autophagy process, interacting with various other proteins in its regulation. ULK2 can experience disruptions in the process, one of which is caused by mutations. Genetic variations such as missense and frameshift mutations can cause changes in the three-dimensional structure of the protein, thereby disrupting cell performance and function. Therefore, the purpose of this study was to determine the distribution of genetic variations or mutations in the ULK2 gene in humans, as well as to determine the fatality rate of missense and frameshift mutations in ULK2 gene variants using PolyPhen-2 software. This type of study is a descriptive observational study with a bioinformatics analysis approach to predict the fatality rate of missense and frameshift mutations in ULK2 gene variants. The data source is genetic variant data of the ULK2 gene accessed and collected from the NCBI dbSNP (Database of Single Nucleotide Polymorphism) database. The research variables were analyzed using PolyPhen-2 software. The analysis results showed that 36% of ULK2 gene variants with missense and frameshift mutations were considered benign, 15% were possibly damaging, and 49% were probably damaging. Meanwhile, 27.27% of frameshift mutations in the ULK2 gene were considered benign, 13.63% were possibly damaging, and 59.09% were probably damaging. In conclusion, predicting the lethality of missense and frameshift mutations in ULK2 gene variants using PolyPhen-2 software has the potential to disrupt protein functionality and autophagy processes based on their lethality level.Keywords: Unc-51 like kinase 2; single nucleotide polymorphism; missense; frameshift; PolyPhen-2 ABSTRAK Protein Unc-51 like kinase 2 (ULK2) berperan dalam pembentukan autophagosome, salah satu jenis kompartemen seluler. ULK2 memiliki peran sebagai inisiator dalam mengatur proses autophagy, berinteraksi dengan berbagai protein lainnya dalam regulasi tersebut. ULK2 dapat mengalami gangguan dalam prosesnya, salah satunya disebabkan terjadinya mutasi. Variasi genetik seperti mutasi missense dan frameshift dapat menyebabkan perubahan struktur tiga dimensi dari protein sehingga akan mengganggu kinerja dan fungsi sel. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui distribusi variasi genetik atau mutasi yang dimiliki oleh gen ULK2 pada manusia, serta untuk mengetahui tingkat kefatalan dari mutasi missense dan frameshift pada varian gen ULK2 dengan menggunakan piranti lunak PolyPhen-2. Jenis penelitian ini adalah deskriptif observasional dengan pendekatan analisis bioinformatika untuk mengetahui prediksi tingkat kefatalan mutasi missense dan frameshit dari varian gen ULK2. Sumber data merupakan data varian genetik gen ULK2 yang diakses dan dikumpulkan dari database NCBI dbSNP (Database of Single Nucleotida Polymorphism). Variabel penelitian dianalisis dengan piranti lunak PolyPhen-2. Hasil analisis menunjukkan bahwa gen ULK2 yang mengalami mutasi missense dan frameshift, varian gen ULK2 yang mengalami mutasi missense menunjukkan bahwa 36% dianggap benign, 15% possibly damaging, dan 49% probably damaging. Adapun mutasi frameshift pada gen ULK2 memberikan hasil bahwa 27,27% dianggap benign, 13,63% possibly damaging, dan 59,09% probably damaging. Sebagai kesimpulan, prediksi kefatalan mutasi missense dan frameshift terhadap varian gen ULK2 menggunakan piranti lunak PolyPhen-2 berpotensi mengganggu fungsionalitas dari protein dan proses autophagy berdasarkan tingkat kefatalannya.Kata kunci: Unc-51 like kinase 2; single nucleotida polymorphism; missense; frameshift; PolyPhen-2 
Perancangan dan Pengklonaan Gen Iron-Dependent Repressor and Activator Mycobacterium tuberculosis pada Vektor pMV261 Pradan, Erlan; Pasya, Ryan Fadillah; Alfarisi, Bunail Isna; Sebayang, Chiara Maharani Arihta; Yulianto, Adam; Siregar, Tegar Adriansyah Putra
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 16, No 4 (2025): Oktober-Desember 2025
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf16409

Abstract

Mycobacterium tuberculosis, which causes tuberculosis, is the leading cause of death among infectious diseases worldwide. The problem with tuberculosis is the unique self-defense mechanism of M. tuberculosis so that it remains dormant and lives inside phagocytic cells. The aim of this research was to design and clone the Iron-dependent Repressor and Activator (ideR) gene into the pMV261 plasmid vector, which will be used for further research to see the phenotypic and functional characterization of the ideR gene. The research method was carried out in several stages, namely: designing the construction of the ideR gene fragment in the pMV261 plasmid vector in silico, amplifying the ideR gene fragment from the M. tuberculosis genome, constructing the ideR gene fragment into the pMV261 plasmid vector in vitro, cloning the recombinant plasmid pMV261-ideR in competent E. coli cells, and validating the recombinant plasmid pMV261-ideR using PCR or genomic sequencing methods. The research results demonstrated that the ideR gene fragment was successfully cloned into the pMV261 plasmid vector both in silico and in vitro, as demonstrated by 1% agarose gel electrophoresis analysis. This study concluded that the recombinant plasmid pMV261-ideR was successfully cloned.Keywords: Mycobacterium; overexpression; M. tuberculosis; IdeR; pMV261 ABSTRAK Mycobacterium tuberculosis yang menyebabkan tuberkulosis adalah penyebab utama kematian di antara penyakit menular di seluruh dunia. Permasalahan pada tuberkulosis adalah mekanisme pertahanan diri M. tuberculosis yang unik sehingga tetap dorman dan hidup di dalam sel-sel fagosit. Tujuan riset ini yaitu merancang dan mengklona gen Iron-dependent Repressor and Activator (ideR) ke dalam vektor plasmid pMV261, yang akan digunakan untuk riset tahap selanjutnya untuk melihat gambaran karakterisasi fenotip dan fungsional gen ideR. Metode riset dilakukan dengan beberapa tahapan yaitu: merancang konstruksi fragmen gen ideR pada vektor plasmid pMV261 secara in silico, mengamplifikasi fragmen gen ideR dari genom M. tuberculosis, mengonstruksi fragmen gen ideR ke dalam vektor plasmid pMV261 secara in vitro, mengklona plasmid rekombinan pMV261-ideR pada sel kompeten E. coli, dan memvalidasi plasmid rekombinan pMV261-ideR dengan menggunakan metode PCR atau sekuensing genomik. Hasil riset yang dicapai menunjukkan bahwa fragmen gen ideR berhasil diklona ke dalam vektor plasmid pMV261 secara in silico dan in vitro, yang ditunjukkan dengan hasil analisis elektroforesis jel agarosa 1%. Pada riset ini dapat disimpulkan bahwa plasmid rekombinan pMV261-ideR telah berhasil diklona.Kata kunci: Mycobacterium; overekspresi; M.tuberculosis; IdeR; pMV261
Characterisation of the Impact of Genetic Variation of the Beclin1 Gene on Functionality of Autophagy Proteins Herliana, Fadhilla Ika; Putra Siregar, Tegar Adriansyah
Buletin Farmatera Vol 11, No 3 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/bf.v11i3.27244

Abstract

Abstract: Autophagy (from the Greek words auto, meaning alone, and phagi, meaning to eat) is an important pathway that regulates the homeostasis of an organism. When this balance is disturbed, pathological conditions can develop. Autophagy is divided into three types: (1) macroautophagy, (2) microautophagy, and (3) Chaperone-mediated autophagy (CMA). Modulator of the autophagy stage, (1) initiation, when starvation occurs, mTORC1 is inhibited and phosphorylated by AMPK, which results in activation of ULK1. Under normal conditions, cells use autophagy to recycle metabolites and nutrients from damaged organelles and misfolded proteins. The discovery of BECLIN1 was caused by the anti-apoptotic protein Bcl-2. Genetic variation is the difference in DNA sequence between individuals in a population. Autophagy works by removing damaged proteins and organelles during stress and ageing, playing an important role in regulating organism development, collaborating with the adaptive immune system, maintaining energy homeostasis, and maintaining protein and organelle quality control. This study aims to determine the impact of genetic variations in the BECLIN1 gene on the autophagy process. Methodology with a bioinformatics analysis approach using SIFT and PolyPhen-2 software. The results of the BECLIN1 gene prediction using SIFT software for Missense mutations showed that 31% of samples were Deleterious and 69% of samples were tolerated. Frameshift mutations found that 42.85% of samples experienced Deleterious and 57.14% of samples experienced Tolerated.