Penelitian ini dilakukan di SDN Aren Jaya 18 dengan melibatkan 36 guru sebagai responden. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi pengaruh gaya kepemimpinan, motivasi kerja, dan lingkungan kerja non fisik terhadap kinerja guru, baik secara parsial maupun secara simultan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya kepemimpinan secara parsial berpengaruh signifikan terhadap kinerja, dengan nilai t-hitung sebesar 1,816 > t-tabel 1,693 dan nilai signifikansi (sig) kurang dari 0,05. Motivasi kerja secara parsial juga berpengaruh signifikan terhadap kinerja, dengan nilai t-hitung sebesar 1,880 > t-tabel 1,693 dan nilai signifikansi (sig) kurang dari 0,05. Lingkungan kerja non fisik secara parsial berpengaruh signifikan terhadap kinerja, dengan nilai t-hitung 1,747 > t-tabel 1,693 dan sig kurang dari 0,05. Secara simultan, gaya kepemimpinan, motivasi kerja, dan lingkungan kerja non fisik berpengaruh signifikan terhadap kinerja guru. Pengaruh bersama-sama dari ketiga variabel ini terhadap kinerja mencapai 68%, sementara 32% sisanya dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Implikasi teoritis dari temuan ini menunjukkan bahwa gaya kepemimpinan yang efektif, motivasi kerja yang tinggi, dan lingkungan kerja non fisik yang kondusif merupakan faktor penting yang dapat meningkatkan kinerja guru. Sementara itu, implikasi praktisnya adalah sekolah dan pihak terkait dapat menggunakan hasil penelitian ini sebagai dasar untuk merancang dan mengimplementasikan program-program pengembangan kepemimpinan, motivasi, dan lingkungan kerja yang lebih baik untuk meningkatkan kinerja guru. Kata Kunci: Gaya Kepemimipinan, Motivasi Kerja, Lingkungan Kerja Non Fisik, Kinerja Guru