Ivoriantika, Titik
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Efektivitas Video Infografis dalam Pembelajaran Sistem Pencernaan Manusia di MAN 1 Sungai Penuh Ivoriantika, Titik
Jurnal Aplikasi IPTEK Indonesia Vol 5, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/4.151173

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas video infografis dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada materi keanekaragaman hayati di MAN 1 Sungai Penuh. Menggunakan desain eksperimen semu dengan model Nonequivalent Control Group Design, penelitian ini melibatkan 60 siswa yang dibagi ke dalam kelompok eksperimen (menggunakan video infografis) dan kelompok kontrol (menggunakan PowerPoint). Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai posttest kelompok eksperimen lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol, dengan persentase ketuntasan mencapai 92% pada kelompok eksperimen dan 52,5% pada kelompok kontrol. Uji statistik menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara kedua kelompok, dengan nilai effect size sebesar 1,695, mengindikasikan pengaruh besar. Temuan ini mendukung bahwa video infografis adalah media pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan pemahaman konsep biologi yang kompleks. Disarankan untuk melakukan penelitian lebih lanjut dengan sampel yang lebih besar guna memastikan generalisasi temuan dan mengeksplorasi pengaruhnya dalam konteks pembelajaran yang berbeda
Pendidikan Sains dalam Konteks Tradisi: Analisis Mikroflora Alami Ikan Tenggiri (Cybium commersoni L.) pada Proses Fermentasi Budu Tenggiri Ivoriantika, Titik
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi keberadaan dan potensi mikroflora alami pada ikan tenggiri (Cybium commersoni L.) dalam proses fermentasi tradisional pembuatan Budu, serta mengkaji aktivitas enzimatis yang berlangsung selama proses tersebut. Penelitian dilaksanakan dalam dua tahap utama, yaitu tahap penggantungan dan tahap penggaraman, yang menggunakan Rancangan Acak Lengkap Faktorial untuk menganalisis efek konsentrasi garam (0%, 10%, 20%, 30%) dan lama fermentasi (4, 8, 12, 16 jam) terhadap mikroflora alami. Tahap penggantungan bertujuan mengamati aktivitas enzimatis serta identifikasi mikroflora alami pada interval 4 jam. Hasil menunjukkan bahwa mikroflora alami yang berkembang pada tahap penggantungan dan penggaraman memiliki peran penting dalam mendukung fermentasi, di mana konsentrasi garam dan lama fermentasi berpengaruh signifikan terhadap aktivitas enzimatis dan keberadaan mikroorganisme. Penerapan hasil penelitian ini pada pendidikan sains memberikan kesempatan bagi siswa untuk memahami aplikasi praktis biologi dan mikrobiologi dalam konteks budaya lokal. Studi ini juga memperlihatkan relevansi pendidikan sains yang berbasis tradisi, memberikan wawasan tentang interaksi antara ilmu pengetahuan dan kearifan lokal yang dapat meningkatkan pemahaman siswa tentang bioteknologi tradisional.
KERUSAKAN EKOSISTEM DANAU KERINCI DI KABUPATEN KERINCI AKIBAT AKTIVITAS MANUSIA Handayani, Eva; Indasari, Lusi; Fitria, Yessi; Ivoriantika, Titik; Rosadi, Devita
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i3.9783

Abstract

ABSTRACT This study aims to analyze the damage to the ecosystem of Lake Kerinci in Kerinci Regency caused by human activities. Lake Kerinci plays a crucial ecological and social role, but various activities such as agriculture, deforestation, and excessive tourism have led to environmental degradation. The methods used in this research include field surveys, water sampling for quality analysis, and interviews with local communities to understand their perceptions of the changes occurring. The results indicate that the quality of the lake's water has deteriorated, impacting biodiversity and public health. Contributing factors to ecosystem damage, including pollution from domestic waste and sedimentation due to land use changes, were identified as primary causes. This study recommends mitigation measures involving ecosystem rehabilitation and increasing community awareness about the importance of environmental conservation. Collaborative efforts between the government, communities, and the private sector are essential to maintain the sustainability of Lake Kerinci as a valuable natural resource for present and future generations in the region. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kerusakan ekosistem Danau Kerinci di Kabupaten Kerinci akibat aktivitas manusia. Danau Kerinci memiliki fungsi ekologis dan sosial yang penting, tetapi berbagai aktivitas seperti pertanian, penebangan hutan, dan pariwisata berlebihan telah menyebabkan degradasi lingkungan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini mencakup survei lapangan, pengambilan sampel air untuk analisis kualitas, serta wawancara dengan masyarakat lokal untuk memahami persepsi mereka mengenai perubahan yang terjadi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas air danau mengalami penurunan, yang berdampak pada keanekaragaman hayati dan kesehatan masyarakat. Variabel-variabel yang berkontribusi terhadap kerusakan ekosistem, termasuk pencemaran limbah domestik dan sedimentasi akibat perubahan penggunaan lahan, diidentifikasi sebagai faktor utama. Penelitian ini merekomendasikan langkah-langkah mitigasi yang melibatkan rehabilitasi ekosistem dan peningkatan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pelestarian lingkungan. Upaya kolaboratif antara pemerintah, masyarakat, dan pihak swasta diperlukan untuk menjaga keberlanjutan Danau Kerinci sebagai sumber daya alam yang sangat berharga bagi generasi mendatang secara terpadu berkelanjutan konsisten dan berorientasi pada pelestarian.