Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Interpretasi Kualitatif Data Anomali Magnetik Residual Tereduksi ke Ekuator untuk Analisis Sebaran Rekahan Air Tanah (Studi Kasus: Desa Sumbang, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas) Sehah, Sehah; Aziz, Abdullah Nur; Boli, Lusia Silfia Pulo; Ariyanto, Muhammad Rizki
Prosiding SNFA (Seminar Nasional Fisika dan Aplikasinya) 2025: Prosiding SNFA (Seminar Nasional Fisika dan Aplikasinya) 2025
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/prosidingsnfa.v0i0.115738

Abstract

Secara geologis Desa Sumbang Kecamatan Sumbang Kabupaten Banyumas didominasi oleh endapan lahar dan lava Gunungapi Slamet. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pola sebaran rekahan air tanah pada komplek batuan vulkanik berdasarkan data anomali magnetik. Manfaat yang diharapkan adalah diperolehnya sumber air tanah yang melimpah di daerah penelitian untuk mendukung irigasi berbasis air tanah sebagai upaya mewujudkan ketahanan pangan dan pengembangan agrowisata. Akuisisi data magnetik telah dilakukan dengan resolusi spasial sebesar 100 m dan menghasilkan data intensitas magnetik total. Pengolahan data telah dilakukan dengan menerapkan beberapa koreksi dan reduksi sehingga dapat diperoleh data anomali magnetik lokal yang berkisar -3.089,49 – 1.502,98 nT. Untuk mereduksi efek-efek dipol magnetik yang mengganggu interpretasi, maka dilakukan reduksi data ke ekuator terhadap data anomali magnetik lokal. Hasilnya adalah data anomali magnetik dengan nilai berkisar -2.056,54 – 2.264,55 nT. Untuk memetakan sebaran rekahan air tanah pada komplek batuan vulkanik, maka dilakukan perhitungan first horizontal derivative (FHD) terhadap data anomali magnetik lokal tersebut. Gradien yang dihasilkan berkisar 0,24 – 22,72 nT/m. Nilai-nilai gradien horizontal ini cenderung membentuk ridge di atas perubahan magnetisasi yang tiba-tiba. Banyaknya ridge pada peta kontur mengindikasikan keberadaan batas-batas kontak litologi antar batuan bawah permukaan yang dapat diinterpretasi sebagai rekahan air tanah di daerah penelitian.