Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Integration of Sustainable Finance in KBMI 4 State-Owned Banks in Indonesia R. Hermawan, Hardy; Marmen, Jerry; A. Sorongan, Fangky
Journal of Business, Finance, and Banking Vol. 2 No. 1 (2026): Journal of Business, Finance, and Banking (JBFB)
Publisher : Institut Keuangan-Perbankan Dan Informatika Asia Perbanas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56174/jbfb.v2i1.1078

Abstract

The Indonesian banking industry faces demands to integrate environmental, social, and governance (ESG) principles in line with OJK regulations and the Sustainable Finance Taxonomy. This study analyzes the implementation of sustainable finance at three state-owned banks in KBMI category 4—Bank Mandiri, BRI, and BNI—during the 2022–2024 period. The method used is content analysis of sustainability reports, quantified using content analysis scoring based on GRI indicators and OJK regulations. The results show that Bank Mandiri excels in green financing, BRI excels in microfinance inclusion, and BNI plays a role as a development agent. Disclosure scores range from 70–77 percent, reflecting formal compliance but suboptimal in depth, transparency, and impact measurement. Theoretical analysis using Sustainable Finance Disclosure Theory, Greenwashing Typology, and the ESG Integration Maturity Model indicates that regulatory pressures, market expectations, and reputational demands influence the quality of ESG reporting. All three banks are still in the transition stage from compliance to impact-based integration. External verification, consistency of quantitative indicators, and measurement of tangible results are required so that sustainability reporting functions not merely as a normative obligation, but as an instrument of strategic legitimacy and ongoing accountability.
PERAN INOVASI DIGITAL DALAM MENINGKATKAN PENETRASI ASURANSI DI INDONESIA Siahaan, Trioksa; Siregar, Mulya Efendy; Setiadi, Edy; Marmen, Jerry; Lanuharsa, Gerhad
Journal of Economic, Bussines and Accounting (COSTING) Vol. 8 No. 6 (2025): COSTING : Journal of Economic, Bussines and Accounting
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/3ettxc56

Abstract

Perkembangan inovasi digital telah membawa perubahan mendasar dalam industri asuransi, khususnya melalui kehadiran insurance technology (InsurTech). Penelitian ini bertujuan untuk menelaah secara sistematis bagaimana inovasi digital berkontribusi terhadap peningkatan penetrasi asuransi di Indonesia. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan kerangka PRISMA, mencakup analisis terhadap artikel-artikel terindeks SINTA dan Scopus dalam kurun waktu 2020–2025 sebanyak 12 artikel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertama, Insurtech mencakup teknologi seperti aplikasi seluler, blockchain, AI, IoT, dan telemedicine yang meningkatkan efisiensi operasional dan pengalaman nasabah. Kedua, inovasi digital ini membawa transformasi signifikan dalam industri asuransi, dengan fokus pada kecerdasan buatan dan blockchain untuk efisiensi dan transparansi. Insurtech memiliki potensi besar untuk mengubah lanskap pasar asuransi, terutama di kalangan konsumen digital-savvy, dengan meningkatkan aksesibilitas, pengalaman interaktif, dan efisiensi manajemen perusahaan. Ketiga, implementasi Insurtech dihadapkan pada hambatan seperti kesenjangan literasi digital, keterbatasan infrastruktur, lemahnya integrasi sistem, serta kebutuhan akan harmonisasi regulasi, keamanan siber, dan edukasi nasabah. Perlindungan data pribadi juga menjadi aspek krusial dalam pengembangan Insurtech. Singkatnya, Insurtech berpotensi mendorong pertumbuhan industri asuransi di era digital jika tantangan implementasi dapat diatasi dengan strategi yang tepat melibatkan teknologi, regulasi, dan edukasi stakeholder. Temuan ini menegaskan bahwa keberhasilan penetrasi asuransi digital tidak hanya ditentukan oleh kesiapan teknologi, tetapi juga oleh sinergi antara regulator dan industri dalam membangun layanan digital untuk nasabah asuransi.   Kata Kunci: Inovasi digital, InsurTech, penetrasi asuransi, literasi digital, transformasi digital