Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dampak akibat kenaikan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar 12% terhadap pola konsumsi mahasiswa, serta implikasinya terhadap perencanaan keuangan pribadi dan akuntansi pribadi mahasiswa di Surabaya. Kebijakan Kenaikan ini akan diterapkan pada tahun 2025 mendatang. Perkiraan pengaruh dari kenaikan PPN ini akan cenderung berdampak kepada mahasiwa yang mengandalkan uang saku dari orang tua. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif komparatif dengan pengambilan sampel sebanyak 50 mahasiswa aktif dari berbagai universitas yang berada di Surabaya, Pemilihan berdasarkan kriteria jenis kelamin dan umur yang diambil secara acak. Pengumpulan data dilakukan melalui survey dengan skala penilaian yang digunakan lima tingkat, yang kemudian diolah dan dianalisis menggunakan perangkat lunak SPSS dengan melakukan beberapa uji seperti : regresi linear berganda, uji normalitas, uji heteroskedastisitas, uji autokorelasi uji multikolioneritas untuk mendapatkan hasil yang relavan dengan penelitian ini. Hasil penelitian didapatkan bahwa kenaikan PPN menunjukkan pengaruh prioritas konsumsi mahasiswa. Kebutuhan primer tetap menjadi prioritas, sedangkan pengeluaran sekunder menurun perlahan. Mahasiswa juga menghadapi tantangan dalam pengelolaan keuangan karena peningkatan harga barang dan jasa yang memaksa mahasiswa untuk lebih selektif dalam pengalokasian anggaran bulanan. Penelitian ini juga menyoroti pentingnya literasi keuangan mahasiswa dalam beradaptasi dengan perubahan kebijakan perpajakan yang akan terjadi ditahun 2025 mendatang. Pencatatan transaksi secara rutin dan perencanaan anggaran diidentifikasi sebagai strategi utama dalam menghadapi kebijakan ini. Selain itu, penelitian ini merekomendasikan agar instuisi pendidikan menyelenggarakan pelatihan atau seminar terkait manajemen keuangan mahasiswa, juga akan berdampak pada pola menabung mahasiswa yang menyesuaikan keadaan dalam menyisihkan anggaran. Penelitian terhadap kenaikan PPN 12% diharapkan membawa dampak secara signifikan terhadap pola konsumsi mahasiswa ,terutama pada kelompok yang rentan mengandalkan pendapatan utama dari uang saku bulanan yang diberikan oleh orang tua mereka. Penelitian juga memberikan landasan untuk studi tingkat lanjut mengenai dampak kebijakan pajak terhadap kelompok masyarakat lainnya dengan tingkatan yang beragam.