Gaya hidup mahasiswa di era modern mempengaruhi pola konsumsi mereka, terutama meningkatnya minat terhadap makanan cepat saji yang memang praktis dan sesuai dengan aktivitas yang padat. Faktor seperti uang saku dan ketersediaan makanan cepat saji di sekitar kampus seperti di Ketintang turut mempengaruhi keputusan konsumsi. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan memberikan pemahaman yang mendalam mengenai bagaimana pengelolaan uang saku mempengaruhi pola konsumsi di kalangan mahasiswa, khususnya dalam kaitannya dengan makanan cepat saji. Metode Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan menggunakan metode pengumpulan data survei. informasi dikumpulkan dari responden dengan menggunakan kuesioner. Kuesioner yang dibagikan membuat pertanyaan yang berhubungan dengan Kebiasaan konsumsi makanan cepat saji dan pengaruh uang saku terhadap konsumsi makanan cepat saji. Populasi dan Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah Mahasiswa di daerah Ketintang dengan pengambilan sampel menggunakan teknik slovin. Berdasarkan hasil pengolahan data, Analisis menunjukkan nilai signifikansi 0,000 (< 0,05), mengindikasikan hubungan signifikan antara jumlah uang saku dan keputusan konsumsi makanan cepat saji. Koefisien korelasi (R) sebesar 44,8% menunjukkan hubungan cukup kuat, meskipun tidak dominan. Jumlah uang saku terbukti berperan penting dalam preferensi konsumsi makanan cepat saji mahasiswa Ketintang Universitas Negeri Surabaya. Penelitian ini memberikan wawasan bagi pelaku usaha makanan cepat saji dan pembuat kebijakan. Bagi pelaku usaha, temuan ini menyoroti pentingnya menyesuaikan strategi pemasaran dengan daya beli mahasiswa, seperti menawarkan menu terjangkau atau promosi menarik. Penelitian ini memperkaya pemahaman tentang perilaku konsumsi mahasiswa dan pengaruh faktor ekonomi dalam keputusan konsumsi mereka. Dari hasil tersebut, diketahui bahwa Penelitian ini akan memberikan wawasan penting bagi mahasiswa untuk lebih bijak dalam mengelola uang saku mereka, termasuk membedakan antara pengeluaran konsumtif dan kebutuhan prioritas.