Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS STRUKTURAL CERPEN “APAKAH TRADISI INI JUGA BERLAKU BAGI KAMI?”  KARYA A. WARITS ROVI DALAM KUMPULAN CERPEN TEMPO 2021 Devita Jurnisa; Hersi Tria Pratiwi; Widia Pramesti; Lailatul Fitriyah
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 1 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Januari
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/v3i1.1515

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktural dalam cerpen Apakah Tradisi Ini Juga Berlaku Bagi Kami? karya A. Warits Rovi yang termasuk dalam kumpulan cerpen Tempo 2021. Penelitian ini guna mengidentifikasi serta mengkaji tema, tokoh, penokohan, serta latar sebagai elemen struktural utama yang membangun narasi cerpen tersebut secara sistematis dan mendalam. Penelitian ini juga bertujuan untuk memahami bagaimana A. Warits Rovi menyampaikan kritik sosial melalui elemen-elemen tersebut. Melalui analisis struktural ini, diharapkan pembaca dapat menarik pesan moral dari cerita, khususnya mengenai pentingnya sikap kritis terhadap tradisi tanpa mengabaikan nilai-nilai budaya yang positif dan tetap relevan. Penelitian ini diharapkan mampu meningkatkan apresiasi pembaca terhadap karya sastra, sekaligus menyadarkan pentingnya mempertimbangkan tradisi secara bijak di tengah perubahan zaman yang penuh tantangan. Metode penelitian ini adalah analisis struktural secara deskriptif kualitatif. Data diperoleh melalui teknik membaca intensif dan pencatatan mendalam terhadap bagian-bagian cerita yang relevan dengan tema, tokoh, penokohan, dan latar. Analisis dilakukan dengan cara mengidentifikasi, mendeskripsikan, dan menginterpretasi elemen-elemen struktural tersebut secara sistematis untuk mengungkap makna yang terkandung dalam cerita. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tema utama cerpen adalah tradisi sosial berupa acara tahlilan yang menjadi beban berat bagi keluarga miskin. Tokoh utamanya adalah Hamid digambarkan sebagai individu yang kritis terhadap nilai-nilai tradisional, sementara tokoh pendukung mencerminkan sikap generasi tua yang konservatif dan mengutamakan pelestarian adat. Penokohan diekspresikan melalui dialog, monolog, dan interaksi antar tokoh. Latar dibagi menjadi tiga, yaitu latar tempat berupa rumah, pemakaman, dapur, dan halaman rumah. Latar waktu berupa malam hari, sementara latar suasana berupa duka dan sedih, pasrah, tegang, bingung, dan menyakitkan.
ANALISIS DESAIN LAYOUT MAJALAH SEKOLAH ALTERNATIF SMP MUTUAL KOTA MAGELANG DAN RELEVANSINYA TERHADAP LITERASI PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA Devita Jurnisa; Widia Pramesti; Ade Rosad; Hersi Tria Pratiwi
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 11 No. 2 (2026): JURNAL BASTRA EDISI APRIL 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/bastra.v11i2.2647

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan literasi siswa di era digital, sehingga diperlukan media pembelajaran yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga mendukung proses membaca secara efektif. Salah satu media yang dapat dimanfaatkan adalah majalah sekolah, yang tidak hanya memuat teks, tetapi juga mengintegrasikan elemen desain layout. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan majalah sekolah sebagai media pembelajaran Bahasa Indonesia, menganalisis desain layout yang digunakan, serta mengkaji relevansinya terhadap keterampilan literasi siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis analisis isi berbasis studi dokumen. Data diperoleh melalui teknik dokumentasi dengan menganalisis Majalah Sekolah Alternatif edisi Februari 2024 yang diterbitkan oleh SMP Mutual Kota Magelang, serta didukung oleh sumber literatur yang relevan. Analisis dilakukan berdasarkan prinsip desain layout, meliputi keseimbangan, kesatuan, penekanan, kontras, hierarki, alur, dan repetisi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan prinsip-prinsip tersebut membentuk struktur visual yang komunikatif dan sistematis. Secara analitis, karakteristik layout tersebut memiliki relevansi dengan proses membaca, seperti membantu pengenalan ide utama, meningkatkan keterbacaan, serta mendukung pemahaman struktur teks dan penafsiran makna. Temuan ini mengindikasikan bahwa desain layout tidak hanya berfungsi secara estetis, tetapi juga memiliki potensi sebagai pendukung literasi dalam pembelajaran Bahasa Indonesia.