Ahmad Ashshiddiqie Pridar
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Hubungan Antara Kebijakan Pendidikan Dan Penguatan Karakter Siswa Di Era Merdeka Belajar Ahmad Ashshiddiqie Pridar
Al-Abshor : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 2 No. 3 (2025): Pendidikan Agama Islam
Publisher : 4

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71242/qte7vr24

Abstract

This study aims to analyze the relationship between educational policies in the Merdeka Belajar era and student character building. The Merdeka Belajar concept, initiated by the Indonesian Ministry of Education, Culture, Research, and Technology, is designed to provide a more flexible education system, oriented towards student needs, and supporting holistic character development. This study uses a descriptive-qualitative approach with a literature review method, where data is obtained from various literature, official policies, and relevant empirical research results. The results reveal that the relationship between educational policies and student character building in the Merdeka Belajar era can be seen through six main aspects. First, educational policies within the Merdeka Belajar framework provide space for innovation for schools and teachers. Second, student character building is an integral focus, not only on cognitive aspects but also attitudes, values, and social skills. Third, there are policies that support the internalization of character values, such as the Pancasila Student Profile. Fourth, teachers play a strategic role as role models and facilitators in implementing character values ​​in the classroom. Fifth, collaboration with parents and the community is crucial to success, because character education does not only take place in schools. Sixth, implementation challenges arise from limited resources, teacher understanding, and differences in social environments. Thus, the Independent Learning policy has proven to be closely linked to strengthening student character, although it requires comprehensive support from all elements of education to achieve optimal results. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kebijakan pendidikan di era Merdeka Belajar dengan penguatan karakter siswa. Konsep Merdeka Belajar yang digagas oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Indonesia dirancang untuk menghadirkan sistem pendidikan yang lebih fleksibel, berorientasi pada kebutuhan siswa, serta mendukung pembentukan karakter secara holistik. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif-kualitatif dengan metode studi pustaka, di mana data diperoleh dari berbagai literatur, kebijakan resmi, serta hasil penelitian empiris yang relevan. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa hubungan kebijakan pendidikan dan penguatan karakter siswa di era Merdeka Belajar dapat dilihat melalui enam aspek utama. Pertama, kebijakan pendidikan dalam kerangka Merdeka Belajar memberikan ruang inovasi bagi sekolah dan guru. Kedua, penguatan karakter siswa menjadi fokus integral, tidak hanya pada aspek kognitif, tetapi juga sikap, nilai, dan keterampilan sosial. Ketiga, terdapat kebijakan yang mendukung internalisasi nilai-nilai karakter, seperti Profil Pelajar Pancasila. Keempat, guru berperan strategis sebagai teladan dan fasilitator dalam mengimplementasikan nilai karakter di kelas. Kelima, kolaborasi dengan orang tua dan masyarakat sangat menentukan keberhasilan, sebab pendidikan karakter tidak hanya berlangsung di sekolah. Keenam, tantangan implementasi muncul dalam bentuk keterbatasan sumber daya, pemahaman guru, hingga perbedaan lingkungan sosial. Dengan demikian, kebijakan Merdeka Belajar terbukti memiliki hubungan erat dengan penguatan karakter siswa, meskipun membutuhkan dukungan menyeluruh dari seluruh elemen pendidikan untuk mencapai hasil yang optimal.