Penyakit diare tetap menjadi masalah kesehatan masyarakat yang signifikan di banyak negara, termasuk di Indonesia. Faktor-faktor perilaku higienis berperan penting dalam mencegah penularan penyakit ini. Studi ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara praktik higienis dan kejadian penyakit diare di Dusun Jagabaya, Desa Rajadatu, Kecamatan Cineamt. Metode penelitian ini menggunakan desain studi observasional potong lintang. Data dikumpulkan melalui survei rumah tangga dengan menggunakan kuesioner yang mencakup informasi tentang praktik higienis, kejadian penyakit diare, serta faktor-faktor demografis dan lingkungan. Sampel penelitian terdiri dari rumah tangga yang dipilih secara acak dari Dusun Jagabaya. Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara praktik higienis dan kejadian penyakit diare di Dusun Jagabaya. Responden yang melaporkan praktik higienis yang lebih baik, seperti mencuci tangan dengan sabun setelah menggunakan toilet atau sebelum makan, cenderung memiliki risiko lebih rendah terkena penyakit diare. Selain itu, faktor-faktor demografis seperti pendidikan, pekerjaan, dan status ekonomi juga berpengaruh terhadap praktik higienis dan kejadian penyakit diare. Meskipun demikian, terdapat beberapa faktor lingkungan yang juga berkontribusi terhadap kejadian penyakit diare, seperti akses terhadap air bersih dan sanitasi yang memadai. Faktor-faktor ini perlu dipertimbangkan dalam merencanakan intervensi kesehatan masyarakat untuk mengurangi beban penyakit diare di wilayah ini. Kesimpulannya, praktik higienis yang baik merupakan faktor penting dalam mencegah kejadian penyakit diare di Dusun Jagabaya. Upaya-upaya untuk meningkatkan kesadaran dan perilaku higienis di masyarakat, serta meningkatkan akses terhadap fasilitas sanitasi yang aman dan air bersih, dapat menjadi langkah-langkah yang efektif dalam mengurangi beban penyakit diare di wilayah ini.