Dwijatmoko, Muhammad Isa
Departement Of Food Technology, Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh, Payakumbuh, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISA ATRIBUT SENSORI COKELAT SUSU KACANG METE DENGAN METODE FREE CHOICE PROFILING [Analysis Of Sensory Attributes Of Milk Chocolate Filling Cashews With Free Choice Profiling Method] Muhammad Isa Dwijatmoko
Jurnal Sains dan Teknologi Pangan Vol 8, No 3 (2023): Jurnal Sains dan Teknologi Pangan
Publisher : JURUSAN ILMU DAN TEKNOLOGI PANGAN, UNIVERSITAS HALU OLEO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jstp.v8i3.30050

Abstract

            Chocolate is a processed food product consisting of cocoa mass, sugar, cocoa butter, and added other flavors, such as cashew. Free choice profiling is a sensory analysis method using consumers as analysts. A total of 31 consumer panelists tasted 3 types of milk chocolate with cashews using this method and assessed the intensity of the 5 attributes and types, such as sweetness, aftertaste (nutty), hardness, mouthfeel (smooth), and color. Data analysis used One Way ANOVA and continued with Duncan's test and Tukey's test to determine there were significant differences between treatments with a 95% confidence interval and continued with Principle Component Analysis. The results of the analysis show that 3 milk chocolate products with cashew show a strong correlation between color and hardness attributes. DC products have a strong correlation with sweetness, VHC products have a strong correlation with hardness in slightly hard and color in dark brown, and SQC products have a strong correlation with aftertaste (nutty). The mouthfeel (smooth) attribute does not correlate with chocolate products because it is the farthest between each chocolate product.Keywords: milk chocolate, sensory, PCACokelat merupakan produk pangan olahan yang terdiri dari kakao massa, gula, lemak kakao, dan ditambah citarasa lainnya, seperti kacang mete. Free choice profiling merupakan salah satu metode analisa sensori dengan menggunakan konsumen sebagai analis. Sebanyak 31 panelis konsumen mencicipi 3 jenis cokelat susu dengan kacang mete dengan metode tersebut dan menilai intensitas 5 atribut dan jenisnya yaitu, rasa manis (sweetness), aftertaste (nutty), kekerasan (hardness), mouthfeel (smooth), warna (colour). Analisa data menggunakan One Way ANOVA dan dilanjutkan dengan uji Duncan serta uji Tukey untuk mengetahui adanya beda nyata antar perlakukan dengan selang kepercayaan 95% dan dilanjutkan analisis dengan Principle Component Analysis. Hasil analisa menujukkan 3 produk cokelat susu dengan kacang mete menunjukkan korelasi yang kuat antara atribut sensori warna (colour) dengan kekerasan (hardness). Produk DC berkorelasi kuat dengan rasa manis (sweetness), produk VHC berkorelasi kuat dengan kekerasan (hardnees) di agak keras dan warna (colour) di coklat tua, dan produk SQC berkorelasi kuat dengan aftertaste (nutty). Atribut mouthfeel (smooth) tidak berkorelasi dengan produk cokelat karena berada paling jauh antar setiap produk cokelat.Kata kunci: cokelat susu, sensori, PCA
Pengaruh Subtitusi Tepung Terigu dengan Tepung Mocaf terhadap Sifat Fisik, Kimiawi, dan Fungsional pada Roti Tawar Muhammad Isa Dwijatmoko; Rince Alfia Fadri; Mutia Elida; Rahzarni Rahzarni
Agroteknika Vol 9 No 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Green Engineering Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55043/agroteknika.v9i1.528

Abstract

Industri bakeri terus mengalami perubahan sehingga perhatian terhadap preferensi konsumen untuk mengonsumsi produk bakeri menjadi penting. Pada umumnya proses pembuatan produk bakeri menggunakan tepung terigu, namun disisi lain penggunaan tepung terigu pada roti dapat memberikan dampak buruk kesehatan untuk beberapa orang yang tidak toleran terhadap gluten. Penggunaan tepung mocaf dapat menjadi alternatif dalam pembuatan produk bakeri. Tujuan penelitian adalah melihat pengaruh fisikokimia dan fungsional produk roti tawar dengan subtitusi tepung mocaf. Penelitian ini menggunakan perlakuan berupa variasi proporsi campuran antara tepung terigu dan tepung mocaf dalam pembuatan roti tawar yaitu 100:0 (kontrol), 75:25 (F1), 80: 20 (F2), dan 85: 15 (F3). Selanjutnya, sampel dianalisa berdasarkan proksimat, tekstur, warna, serta antioksidan dan hasil penelitian dianalisa dengan SPSS. Dari hasil penelitian sampel dengan perbandingan tepung terigu lebih tinggi dibandingkan dengan tepung mocaf (F3) mendapatkan kadar protein yang tinggi yaitu, 9,99 ± 0,01%, dan kekerasan 8,54 ± 0,38 N/cm2 merupakan yang terbaik dibandingkan sampel lainnya. Sedangkan sampel dengan perbandingan tepung mocaf lebih tinggi dibandingkan tepung terigu (F1) mendapatkan kadar karbohidrat 48,04 ± 0,12% dan DPPH 44,61 ± 1,39%, yang tertinggi dibandingkan sampel lainnya. Dari seluruh parameter pengujian F3 merupakan formula yang terbaik yang memiliki tekstur kekerasan roti yang rendah dan memiliki kandungan karbohidrat, protein, lemak, dan antioksidan yang cukup tinggi. Namun, sampel tersebut masih lebih rendah dibandingkan kontrol.