Unmehopa, Yohan Frans
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi remaja terhadap penggunaan NAPZA di SMK PGRI 1 Kota Sukabumi Unmehopa, Yohan Frans
Jurnal Inovasi Kesehatan Masyarakat Vol 4 No 1 (2023): Journal of Public Health Innovation (JPHI)
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan Garawangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jphi.v4i01.915

Abstract

Latar Belakang: NAPZA dikenal sebagai narkotika, psikotropika, dan zat adiktif lainnya, yang dapat memengaruhi pikiran, suasana hati, perasaan, dan perilaku seseorang. Menurut BNN Provinsi Jawa Barat, hingga tahun 2019, ada sekitar 800 ribu penguna NAPZA di Provinsi Jawa Barat, dengan mayoritas pengguna narkoba adalah remaja produktif berusia antara 15 dan 25 tahun. Faktor yang mempengaruhi presepsi remaja terhadap penggunaan NAPZA adalah Peran orang tua, teman sebaya, dan gaya hidup. Tujuan peneltian adalah mengetahui pengaruh peran orang tua, teman sebaya dan gaya hidup terhadap persepsi remaja. Metode: Jenis penelitian korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah 615 orang dan sampel 271 orang dengan teknik proportional random sampling. Hasil: Nilai simpangan baku dan rata-rata gaya hidup 4,788 (40,61), peran teman sebaya 5,374 (39,18), peran orang tua 6,836 (51,74), dan persepsi remaja 5,571 (48,17). Terdapat pengaruh gaya hidup, peran teman sebaya, dan peran orang tua terhadap persepsi remaja (p-value < 0,05). Kesimpulan: Terdapat pengaruh gaya hidup, peran teman sebaya, dan peran orang tua terhadap persepsi remaja dan terdapat pengaruh simultan gaya hidup, peran teman sebaya, dan peran orang tua terhadap persepsi remaja.
Pengaruh fasilitas dan Infrastruktur serta kebijakan pemerintah terhadap kesiapsiagaan petugas kesehatan Unmehopa, Yohan Frans
Jurnal Inovasi Kesehatan Masyarakat Vol 5 No 1 (2024): Journal of Public Health Innovation (JPHI)
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan Garawangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jphi.v5i01.1341

Abstract

Latar Belakang: Bencana alam merupakan salah satu peristiwa alam yang memiliki dampak yang sangat merugikan bagi masyarakat atau komunitas di seluruh dunia. Bencana alam dapat menyebabkan hilangnya nyawa, hancurnya sarana dan prasarana, kerusakan ekonomi, dan bencana kesehatan bagi masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh fasilitas dan infrastruktur dan kebijakan pemerintah terhadap kesiapsiagaan petugas kesehatan dalam menghadapi bencana gempa bumi dan tsunami.Metode: Jenis penelitian korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi seluruh petugas kesehatan di Wilayah Pesisir Kabupaten dengan sampel 272 responden menggunakan Proportional Random Sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kuesioner. Analisis bivariat dengan regresi linier sederhana, dan analisis multivariat dengan regresi linier berganda.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh fasilitas dan infrastrutur serta kebijakan pemerintah secara bivariat dan silmultan terhadap kesiapsiagaan petugas kesehatan dalam menghadapi bencana dengan nilai p-value 0.000 (<0,05).Kesimpulan: Terdapat pengaruh fasilitas dan infrastruktur serta kebijakan pemerintah secara bivariat dan silmultan terhadap kesiapsiagaan petugas kesehatan dalam menghadapi bencana gempa bumi dan tsunami.
Faktor-faktor yang berhubungan dengan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana tsunami Unmehopa, Yohan Frans
Journal of Health Research Science Vol. 5 No. 01 (2025): Journal of Health Research Science
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jhrs.v5i1.1598

Abstract

Latar Belakang: Penanganan bencana di suatu wilayah bergantung kondisi masyarakat dan kesiapsiagaan yang dimiliki. Faktor yang mempengaruhi kesiapsiagaan meliputi usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan, pekerjaan dan pengalaman bencana. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan kesiapsiagaan masyarakat.Metode: Jenis penelitian korelasional pendekatan cross sectional. Populasi adalah seluruh masyarakat Desa Pasiripis dengan sampel sebanyak 210 responden menggunakan teknik sampel proporsional random sampling. Analisis statistik chi-square dan regresi logistik.Hasil: Terdapat hubungan parsial dan simultan usia (p = < 0,001), jenis kelamin (p = < 0,001), tingkat pendidikan (p = < 0,001), pekerjaan (p = 0,040) dan pengalaman bencana (p = < 0,001) dengan kesiapsiagaan masyakat (R2 = 0,461).Kesimpulan: Terdapat hubungan parsial dan simultan usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan, pekerjaan dan pengalaman bencana dengan kesiapsiagaan masyakat. Variabel yang paling dominan adalah pengalaman bencana (OR = 6,726). Diharapkan masyarakat di Desa Pasiripis dapat menyiapkan Tim Sigap Bencana untukĀ  menjadi garda depan dalam menghadapi bencana.