Dewi, Dewi Lia Ningsih
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENGARUH PRAKTIK MANAJEMEN KUALITAS TOTAL TERHADAP KINERJA ORGANISASI YANG DI MODERASI OLEH HAMBATAN STRUKTURAL PADA PERUSAHAAN TRANSPORTASI BUS ANTAR KOTA DAN PROVINSI (AKAP) Dewi, Dewi Lia Ningsih; Gatri Lunarindiah
Jurnal Ekonomi Trisakti Vol. 4 No. 2 (2024): Oktober
Publisher : Lembaga Penerbit Fakultas EKonomi dan BisnisĀ 

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/v4i2.20706

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk menguji dan menganalisis pengaruh praktik Manajemen Kualitas Totral terhadap kinerja organisasi yang dimoderasi oleh hambatan struktural pada perusahaan Transportasi Bus Antar Kota dan Provinsi (AKAP). Penelitian ini menggunakan praktik Manajemen Kualitas Total sebagai variabel bebas dan kinerja organisasi sebagai variabel terikat serta hambatan struktural sebagai variabel moderasi. Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kuantitatif. Data pada penelitian dikumpulkan dari 141 karyawan yang bekerja di Perusahaan Transportasi Bus Antar Kota dan Provinsi (AKAP) melalui pengisian kuesioner secara online dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Metode analisis data menggunakan Analisis Moderasi Regresi (MRA) dengan program SPSS. Hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa terdapat pengaruh signifikan peningkatan kualitas, peningkatan proses dan kinerja manajemen terhadap kinerja organisasi. Namun, hubungan internal dan eksternal serta pengembangan karyawan tidak pengaruh terhadap kinerja organisasi. Terdapat pengaruh yang signifikan Praktik Manajemen Kualitas Total terhadap Kinerja Organisasi yang dimoderasi oleh hambatan struktural. Implikasi penelitian ini adalah manajer perusahaan Otobus harus menyadari bahwa penerapan praktik Manajemen Kualitas Total yang efektif bergantung pada komunikasi dan koordinasi antar departemen dan penggunaan tim lintas fungsi yang memadai untuk meningkatkan kinerja karyawan yang pada gilirannya meningkatkan kinerja dan daya saing organisasi. Serta pentingnya menurunkan hambatan-hambatan dalam organisasi baik secara struktural maupun non struktural.