Melani, Triestina
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Kinerja Keuangan Kabupaten Kediri Ditinjau Dari Rasio Pendapatan Dan Belanja Daerah Tahun 2018-2023 Melani, Triestina; Rohmah, Fena Nor; Alghifari, Muhammad Eldafa; Rossa, Heleny Angelina Kusfita; Putri, Elvia Kharisma; Maharani , Elsa Putri; Hapsari , Mega Tunjung
Paraduta : Jurnal Ekonomi dan Ilmu-Ilmu Sosial Vol 2 No 3 (2024): Oktober
Publisher : Universitas Madako Tolitoli

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56630/paraduta.v2i3.731

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja keuangan Kabupaten Kediri dengan menggunakan analisis rasio pendapatan daerah terhadap belanja daerah selama periode 2018 hingga 2023. Dalam penelitian ini, rasio-rasio yang dianalisis meliputi rasio derajat desentralisasi, rasio efektivitas, serta rasio belanja langsung terhadap belanja tidak langsung. Rasio derajat desentralisasi digunakan untuk menilai kemampuan daerah dalam membiayai kebutuhannya secara mandiri, yang menunjukkan sejauh mana ketergantungan daerah terhadap pendanaan dari pemerintah pusat. Rasio efektivitas Pendapatan Asli Daerah (PAD) berfungsi untuk mengukur kemampuan Kabupaten Kediri dalam mencapai target pendapatan yang telah ditetapkan. Sedangkan, rasio belanja langsung terhadap belanja tidak langsung dianalisis untuk mengukur efisiensi dalam pengalokasian anggaran, terutama dalam mendukung kegiatan pembangunan daerah yang berdampak langsung pada masyarakat. Berdasarkan hasil analisis terhadap data selama enam tahun, diperoleh kesimpulan bahwa derajat desentralisasi Kabupaten Kediri tergolong rendah, yang menunjukkan tingkat kemandirian keuangan yang masih terbatas. Sementara itu, efektivitas PAD dinilai sangat tinggi dengan capaian yang konsisten memenuhi target. Namun, rasio belanja langsung terhadap belanja tidak langsung menunjukkan proporsi yang kurang optimal, sehingga pengalokasian anggaran dinilai belum efisien dalam mendukung kegiatan yang berdampak langsung pada masyarakat.