Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Implementasi Moderasi Islam dalam Kegiatan Imtaq di MAN 2 Lombok Timur Muhayan, Muhayan; Zaki, Muhammad; Maimun, Maimun
AS-SABIQUN Vol 6 No 6 (2024): NOVEMBER
Publisher : Pendidikan Islam Anak Usia Dini STIT Palapa Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36088/assabiqun.v6i6.5355

Abstract

Religious moderation has become a public discourse and has given birth to various meanings. This fact is one indicator of the importance of moderation, as seen in the development and variety of studies such as religious moderation, Islamic moderation, moderate Islam, and so on. This study aims to determine how the Madrasah Policy is in the implementation of Islamic moderation and the Implementation of Islamic moderation through Imtaq Activities at MAN 2 East Lombok. In this study, documentation, observation, and interviews are the methods used to collect data. The study results are the Madrasah Policy regarding the Implementation of Islamic Moderation Through Imtaq Activities at MAN 2 East Lombok. The efforts made by MAN2 East Lombok in implementing Islamic moderation through imtaq activities are as follows: 1) Information collection policy related to Islamic Moderation, 2) Integrative Policy of Islamic Moderation, and 3) Action policy towards instilling moderation values. Implementation of Religious Moderation in Learning at MAN 2 East Lombok The learning program has been integrated with the values ​​of religious moderation through teaching and learning activities (KBM), extracurricular activities (Imtaq), and habituation activities. In terms of content, these programs are related to the socio-cultural context, which not only teaches religion in the dzahiri aspect but also the spiritual aspect. However, in the implementation process, it is sometimes trapped in fanaticism and extremism which results in verbal violence and intolerance.
FAKTOR RESIKO YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN STUNTING ANAK BALITA USIA 24-59 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PANTOLOAN Muhayan, Muhayan
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 10 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v10i1.55442

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting pada balita usia 24–59 bulan di wilayah kerja Puskesmas Pantoloan, Kota Palu. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan case control. Populasi penelitian adalah seluruh balita usia 24–59 bulan di wilayah kerja Puskesmas Pantoloan. Sampel berjumlah 132 responden yang terdiri dari 66 balita stunting sebagai kelompok kasus dan 66 balita tidak stunting sebagai kelompok kontrol, yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Variabel independen meliputi riwayat akses layanan kesehatan, perilaku positive deviance, kepatuhan konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD), kunjungan antenatal care (ANC), pemberian kolostrum, dan pantangan makanan tabu. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara menggunakan kuesioner terstruktur. Analisis data menggunakan uji chi-square dan regresi logistik ganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa riwayat akses layanan kesehatan, perilaku positive deviance, kepatuhan konsumsi TTD, kunjungan ANC, pemberian kolostrum, dan pantangan makanan tabu berhubungan signifikan dengan kejadian stunting (p<0,05). Analisis multivariat menunjukkan bahwa kepatuhan konsumsi TTD merupakan faktor paling dominan yang berhubungan dengan kejadian stunting (p=0,001; OR=15,9; 95% CI: 3,288–(atas). Simpulan penelitian ini menunjukkan bahwa perilaku ibu dan pemanfaatan layanan kesehatan ibu dan anak berperan penting dalam pencegahan stunting. Upaya peningkatan kepatuhan konsumsi TTD serta optimalisasi pelayanan kesehatan ibu dan anak perlu diperkuat untuk menurunkan kejadian stunting.