Perencanaan pondasi suatu struktur bangunan harus mempertimbangkan beberapa hal diantaranya jenis pondasi, kondisi sekitar dan struktur tanah. Pondasi tiang bor (bored pile) menjadi pilihan pada Jembatan Sine proyek pembangunan Jalur Lintas Selatan Lot 6A Pantai Sine – Batas Blitar 1. Berdasarkan hasil pengujian ulang borhole, nilai SPT (Standard Penetration Test) tanah di lapangan lebih kecil dibandingkan dengan data borlog perencanaan.Perencanaan ulang konfigurasi pondasi bored pile sebagai desain alternatif dari struktur bawah Jembatan Sine dengan menghitung daya dukung maupun penurunan. Struktur atas Jembatan dihitung untuk memperoleh gaya reaksi pada dasar bangunan. Perhitungan daya dukung pondasi menggunakan metode statis yaitu Reese and O’Neill dan Finite Element Method (FEM) berupa Plaxis 3D.Hasil, pondasi boredpile direncanakan berdiameter D60cm, D80cm dan D100cm. Pada lima titik borhole didapatkan 15 type konfigurasi pondasi dengan kedalam BH-A1 50 m, BH-P1 50 m, BH-P2 56 m, BH-P3 56 m dan BH-A2 50 m. Kapasitas dukung tanah terkecil terdapat pada titik P1 dengan diameter pondasi 60 cm sebesar 229.90 ton di kedalaman 50 m. Sedangkan kapasitas dukung tanah terbesar terdapat pada titik P3 dengan diameter pondasi 100 cm sebesar 584.82 ton di kedalaman 56 m. Pemodelan dengan program komputer Plaxis 3D dimodelkan berdasarkan hasil perhitungan metode statis. Untuk hasil analisa penurunan didapatkan angka penurunan metode Plaxis 3D lebih kecil dari pada perhitungan metode statis dengan selisih rata-rata untuk penurunan tiang tunggal 49% dan penurunan kelompok tiang 15%.