Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS KESULITAN SISWA DALAM PEMAHAMAN BACAAN BAHASA INDONESIA DI MADRASAH IBTIDAIYAH TAUFIQUS SHIBYAN TLANGOH, PROPPO PAMEKASAN Fakih, Akh
Consilium: Education and Counseling Journal Vol 4 No 1 (2024): Edisi Maret
Publisher : Biro 3 Kemahasiswaan dan Kerjasama Universitas Abduracman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/consilium.v4i1.5453

Abstract

Pemahaman bacaan adalah keterampilan penting yang harus dikuasai siswa di tingkat pendidikan dasar, namun banyak siswa menghadapi tantangan dalam mengidentifikasi ide pokok, memahami kosakata, dan menarik kesimpulan dari teks. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesulitan yang dialami siswa serta mengidentifikasi faktor-faktor penghambat dalam proses pemahaman di Madrasah Ibtidaiyah Taufiqus Shibyan Tlangoh, Proppo, Pamekasan. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dengan pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, yang kemudian dianalisis secara tematik untuk menemukan pola-pola kesulitan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rendahnya penguasaan kosakata, kurangnya kemampuan mengidentifikasi ide pokok, serta kesulitan memahami hubungan antar kalimat dalam teks menjadi hambatan utama. Faktor-faktor yang mempengaruhi kesulitan ini termasuk keterbatasan kosakata, motivasi membaca yang rendah, serta metode pengajaran yang kurang efektif. Terdapat beberapa upaya yang dilakukan untuk meningkatkan pemahaman bacaan siswa meliputi; Pertama, guru memilih teks bacaan yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari dan lingkungan siswa, sehingga mereka lebih mudah memahami kosakata baru; Kedua, guru memberikan teks yang sesuai dengan minat siswa dan menjelaskan relevansi bacaan tersebut dengan kehidupan mereka. Ketiga, metode pengajaran didesain lebih interaktif dengan melibatkan siswa dalam diskusi kelompok dan analisis teks bersama. Cara ini membuat siswa lebih aktif dan terlibat dalam proses pembelajaran, sehingga pemahaman mereka terhadap bacaan dapat meningkat.
ISLAMISASI ILMU PENGETAHUAN PERSPEKTIF SYED MUHAMMAD NAQUIB AL-ATTAS: LANGKAH REKONSTRUKSI FILOSOFIS ILMU PENGETAHUAN MODERN Mahrus; Fakih, Akh; Busahwi
Cognitive: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 3 No. 3 (2025): Desember: In Progress
Publisher : CV. Jendela Gagasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan ilmu pengetahuan modern yang ditopang oleh paradigma sekuler dan klaim netralitas nilai telah melahirkan kegelisahan epistemik di kalangan intelektual Muslim, terutama dalam konteks pendidikan Islam yang menghadapi dikotomi antara ilmu agama dan ilmu umum. Kondisi ini berdampak pada melemahnya orientasi nilai, adab, dan tujuan transendental ilmu, sehingga menuntut adanya rekonstruksi filosofis yang lebih mendasar. Penelitian ini bertujuan mengkaji secara sistematis gagasan Islamisasi ilmu pengetahuan perspektif Syed Muhammad Naquib al-Attas sebagai upaya menawarkan paradigma alternatif bagi pengembangan ilmu pengetahuan Islam di era modern. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan jenis studi pustaka (library research). Pengumpulan data dilakukan melalui identifikasi sumber data primer dan sekunder, penelusuran literatur yang relevan, seleksi data berdasarkan kriteria akademik dan tematik, pencatatan serta dokumentasi gagasan kunci, dan pengorganisasian data secara tematik. Analisis data dilakukan melalui pembacaan kritis, kategorisasi konsep, dan penafsiran reflektif untuk menangkap relasi makna antar gagasan dalam kerangka epistemologi Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Islamisasi ilmu menurut al-Attas berpusat pada kritik terhadap worldview Barat sekuler, peneguhan konsep adab, dan penataan kembali hierarki ilmu berbasis tauhid. Ilmu dipahami bukan sekadar akumulasi informasi, melainkan proses internalisasi makna yang benar dalam diri manusia. Penelitian ini berkontribusi pada penguatan teori epistemologi Islam dengan menegaskan Islamisasi ilmu sebagai proyek rekonstruksi epistemologis yang utuh, sekaligus memberikan implikasi praktis bagi pengembangan kurikulum, kebijakan pendidikan Islam, dan pembentukan insan beradab. Kajian ini juga membuka ruang eksplorasi lanjutan terkait penerapan paradigma Islamisasi ilmu dalam konteks kelembagaan dan praksis pendidikan kontemporer.