Irfandi, Irfandi
Pendidikan Jasmani, STKIP Bina Bangsa Getsempena Banda Aceh, Indonesia

Published : 23 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search
Journal : Jurnal Penjaskesrek

PELAKSANAAN STANDARDISASI DAN SERTIFIKASI TENAGA BIDANG KEOLAHRAGAAN PADA CABANG OLAHRAGA ATLETIK SELAMA POMNAS XIV ACEH 2015 Irfandi
Jurnal Penjaskesrek Vol. 3 No. 1 (2016)
Publisher : Program Studi Pendidikan Jasmani, STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (419.914 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi sistem pelaksanaan standardisasi dan sertifikasi tenaga keolahragaan pada cabang olahraga atletik selama pelaksanaan POMNAS XIV Aceh. Selain itu penelitian juga bertujuan untuk mengetahui arah kebijakan, kendala dan hambatan dalam pelaksanaan standardisasi tenaga keolahragaan khsusnya cabang olahraga Atletik. Penelitian dilakukan di beberapa obyek yaitu di Dinas Pemuda dan Olahraga, Kantor Sekretariat Olahraga Universitas Syiah Kuala, dan di Kantor PB PASI Aceh. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif eksploratif. Adapun Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah dalam bentuk pedoman observasi, pedoman wawancara dan pedoman dokumentasi sehingga proses analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif. Sinopsis dalam penelitian ini bahwa masih lemahnya sistem manajemen implementasi pelaksanaan standardisasi dan sertifikasi, sinergi lembaga pelaksana standardisasi, akreditasi dan sertifikasi yang masih belum maksimal karena fungsi dan wewenang dari lembaga pelaksana yang masih rancu dan belum begitu optimal. Penelitian juga menyimpulkan rendahnya pemahaman masyarakat/ insan, pemerhati olahraga terhadap pelaksanaan standardisasi, dan sertifikasi tenaga keolahragaan karena belum didukung dengan sistem akreditasi secara konsisten.
TINGKAT KEBUGARAN JASMANI (THE PHYSICAL FITNESS) MAHASISWA PENJASKESREK ANGKATAN 2016-2017 STKIP BINA BANGSA GETSEMPENA BANDA ACEH Irfandi; Zikrur Rahmat
Jurnal Penjaskesrek Vol. 3 No. 2 (2016)
Publisher : Program Studi Pendidikan Jasmani, STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (703.402 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kebugaran Jasmani Mahasiswa Penjaskesrek Angkatan 2016 – 2017 STKIP BBG. Populasi dalam penilitian ini adalah seluruh Mahasiswa Penjaskesrek Angkatan 2016 – 2017 STKIP BBG. Sedangkan sampel yang terwakili adalah seluruh Mahasiswa Penjaskesrek Angkatan 2016 – 2017 STKIP BBG. sebanyak 85 orang dengan menggunakan tes Tingkat Kebugaran Jasmani Indonesia (TKJI). Hasil pengolahan data menujukan rata-rata tingkat kebugaran jasmani bervariasi. Jadi gambar keseluruhan tingkat kesegaran jasmani Mahasiswa Penjaskesrek Angkatan 2016 – 2017 STKIP BBG bahwa 17 orang berada pada katagori tingkat baik sekali atau 20%, 18 orang berada pada katagori tingkat baik atau 22%, 16 orang berada pada katagori sedang atau 19%, 14 orang berada pada katagori kurang atau17%, 20 orang berada pada katagori sangat kurang atau24%. Jadi kesimpulan pada penilitian tentang tingkat kebugaran jasmani Mahasiswa Penjaskesrek Angkatan 2016 – 2017 STKIP BBG sangat bevariasi, ada yang baik sekali, baik, sedang, kurang, kurang sekali.
PENGEMBANGAN MODEL LATIHAN TEKNIK SERVIS BAWAH, SERVIS ATAS DAN CEKIS DALAM BOLAVOLI Irfandi
Jurnal Penjaskesrek Vol. 4 No. 1 (2017)
Publisher : Program Studi Pendidikan Jasmani, STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (452.171 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menyusun berbagai macam draft desain model latihan teknik, serta menyusun dalam pembuatan produk awal, melaksanakan uji kelompok kecil, uji kelompok besar, dan melaksanakan uji efektivitas produk, pada atlet putri tingkat menengah (Intermediate) klub Bolavolli di Kota Sigli. Hasil penguasaan model latihan keterampilan teknik servis atas, servis bawah dan cekis yang diperoleh berdasarkan dari: 1) Rekapitulasi data hasil persentase quesioner dan validasi oleh sejumlah ahli yang diperoleh dengan rata-rata skor sebesar 67% dan 73%, dan itu termasuk pada kategori yang cukup valid, artinya produk model latihan keterampilan teknik servis atas, servis bawah dan cekis sehingga dapat digunakan dan diterapkan sebagai pedoman model latihan pada Klub Bolavolli atlet putri tingkat menengah (Intermediate). Data persentase hasil model yang diuji cobakan pada kelompok kecil diperoleh dari penguasaan model latihan keterampilan teknik atlet yakni sebesar 81,10%, yang berarti valid digunakan, dan kelompok besar diperoleh penguasaan model latihan teknik servis atas dan servis bawah dalam bolavolli adalah sebesar 85,34% artinya produk valid digunakan, sehingga dapat dimaknai jika model yang dikembangkan secara real mampu memberikan hasil, dan konstribusi yang sangat luar biasa akurat terutama dalam penguasaan model latihan teknik servis atas, servis bawah dan cekis dalam bolavolli. Berdasarkan data hasil pretest-postest atlet menunjukkan sejumlah hasil penguasaan terhadap model latihan keterampilan teknik adalah sebesar 62,27%, kemudian setelah dilaksanakan produk model (proses pemberian treatment) maka terjadinya efek peningkatan yang sangat signifikan terhadap penguasaan produk model latihan keterampilan teknik dengan memperoleh hasil sebesar 67,27%. Perbedaan angka dalam bentuk persentase tersebut merupakan dampak dari hasil pemberian dan penerapan produk model (berupa treatment), dimana dampak produk model yang diberikan dan menunjukkan efek yang sangat luar biasa signifikan pada level yang lebih, dalam hal penguasaan produk model terutama model latihan teknik servis atas, servis bawah dan cekis dalam bolavolli.
PENGEMBANGAN MODEL LATIHAN KETERAMPILAN TEKNIK MENGGIRING SLALOM DAN MENGOPER DALAM SEPAKBOLA Irfandi; Zikrur Rahmat
Jurnal Penjaskesrek Vol. 4 No. 2 (2017)
Publisher : Program Studi Pendidikan Jasmani, STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (297.589 KB)

Abstract

This research aims to compose various kinds of draft design model of technical skill training, compose in the manufacture of the initial product, carry out small group test, large group test, and carry out product effectiveness test, thereby obtaining the result of improving the quality of exercise and mastery of athlete technique, especially led slalom and passes in football to a high school athlete at Football School (SSB) at Banda Aceh Town. The method used by research and development of Borg and Gall version, 1983. The result of mastery of technique skill training model leads slalom and pass from the results: 1) Recapitulation of questionnaire result data and validation by a number of experts obtained with average score of 67% and 73 %, including valid categories. The data of percentage of model result which is tested in small group is obtained from the mastery of the technique of athlete skill model that is equal to 81,10%, the valid meaning is used, and the big group is acquired mastery of skill training technique technique slalom and pass in football is equal to 85,34% it means valid product is used. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menyusun berbagai macam draft desain model latihan keterampilan teknik, menyusun dalam pembuatan produk awal, melaksanakan uji kelompok kecil, uji kelompok besar, dan melaksanakan uji efektivitas produk, sehingga memperoleh hasil berupa peningkatan kualitas latihan serta penguasaan teknik atlet, terutama menggiring slalom dan mengoper dalam sepakbola pada atlet putra tingkat menengah Sekolah Sepak Bola (SSB) di Kota Banda Aceh. Metode yang digunakan penelitian dan pengembangan versi Borg and Gall, 1983. Hasil penguasaan model latihan keterampilan teknik menggiring slalom dan mengoper dari hasil: 1) Rekapitulasi data hasil persentase quesioner dan validasi oleh sejumlah ahli yang diperoleh dengan rata-rata skor sebesar 67% dan 73%, termasuk kategori valid. Data persentase hasil model yang di ujicobakan pada kelompok kecil diperoleh dari penguasaan model latihan keterampilan teknik atlet yakni sebesar 81,10%, artinya valid digunakan, dan kelompok besar diperoleh penguasaan model latihan keterampilan teknik menggiring slalom dan mengoper dalam sepakbola adalah sebesar 85,34% artinya produk valid digunakan. Kata Kunci: Desain, Menggiring Slalom, Mengoper, dan Penelitian Pengembangan
EVALUASI MANAJEMEN PENGELOLAAN PELATIHAN KLUB OLAHRAGA ATLETIK BINAAN DISPORA PROVINSI ACEH Zikrur Rahmat; Irfandi
Jurnal Penjaskesrek Vol. 5 No. 1 (2018)
Publisher : Program Studi Pendidikan Jasmani, STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (204.647 KB)

Abstract

In general, this study aims to evaluate the management of the training of Athletic Athletics Athletics Training Club Dispora Aceh, and specifically aims to assess the extent to which the development of the management of Athletic sports clubs in each District / Sub-Dinas Dispora Aceh, in the study of this study there Sabang , Aceh Besar, Pidie Jaya, Bener Meriah, Gayo Lues, Aceh Jaya, Simeulue and Aceh Singkil. In this research the method used is qualitative research method, where only judging, see the feasibility of development management of Athletic sports club management. This research activity is divided over a period of two years. Year One is to make an evaluation design of the management management of Athletic Athletics Training club at Dispora Training in Aceh Province, including all the Dispora in every Regency / City that overshadows to foster Athletic sports activities. Year Two is to analyze the feasibility of designing the development of management evaluation of the training of Athletic Athletics Training Club Dispora in Aceh Province including all the Dispora in every Regency / City that shade to foster Athletic sports activities. The results of the research are 1) To make an evaluation plan of management management of training of athletics sport club at Dispora Athletics in Aceh Province, including all Dispora in every regency / city that overshadows to foster Athletic sports activities, 2) ISBN textbook publication, and journal international indexed, 3) intellectual property rights / copyrights, 4) Make an MoU with the local government and Dispora that exist in each Kota District. The result of the research and discussion shows that the management process of Athletic Athletic Athletic Athletic Club in Aceh is still relatively low, this is because the process of management, management, recruitment process and financing are still classified as less. Abstrak Secara umum penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi manajemen pengelolaan pelatihan klub olahraga Atletik Binaan Dispora Aceh, dan secara khusus bertujuan untuk menilai sejauh mana perkembangan pengelolaan klub olahraga Atletik yang ada di setiap Kabupaten/Kota dibawah Binaan Dispora Aceh, dalam kajian penelitian ini yakni Sabang, Aceh Besar, Pidie Jaya, Bener Meriah, Gayo Lues, Aceh Jaya, Simeulue dan Aceh Singkil. Dalam penelitian ini metode yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif, dimana hanya menilai, melihat kelayakan perkembangan manajemen pengelolaan klub olahraga Atletik. Kegiatan riset ini terbagi dalam kurun waktu selama dua tahun. Tahun Pertama adalah membuat rancangan evaluasi manajemen pengelolaan pelatihan klub olahraga Atletik Binaan Dispora di Propinsi Aceh, termasuk semua Dispora yang ada di setiap Kabupaten/Kota yang menaungi untuk membina kegiatan olahraga Atletik. Tahun Kedua adalah menganalisis kelayakan perancangan perkembangan evaluasi manajemen pengelolaan pelatihan klub olahraga Atletik Binaan Dispora di Propinsi Aceh termasuk semua Dispora yang ada di setiap Kabupaten/Kota yang menaungi untuk membina kegiatan olahraga Atletik. Hasil penelitian yakni 1) Membuat suatu rancangan evaluasi manajemen pengelolaan pelatihan klub olahraga Atletik Binaan Dispora di Propinsi Aceh, termasuk semua Dispora yang ada di setiap Kabupaten/Kota yang menaungi untuk membina kegiatan olahraga Atletik, 2) Publikasi buku teks ber-ISBN, dan jurnal internasional terindeks, 3) Hak atas kekayaan intelektual/hak cipta, 4) Membuat suatu MoU dengan pihak Pemda dan Dispora yang ada disetiap Kabupaten Kota. Hasil penelitian dan pembahasannya menunjukkan bahwa proses pengelolaan klub olahraga Atlet Atletik Aceh yang ada didaerah masih tergolong minim, hal ini dikarenakan proses manajemen, pengelolaan, proses perekrutan dan pembiayaan masih juga tergolong kurang. Kata Kunci: Evaluasi, manajemen, binaan, dan atletik
ANALISIS TINGKAT KESEGARAN JASMANI SISWA YANG BERANGKAT PULANG SEKOLAH JALAN KAKI DAN NAIK SEPEDA Irfandi
Jurnal Penjaskesrek Vol. 5 No. 2 (2018)
Publisher : Program Studi Pendidikan Jasmani, STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (379.473 KB)

Abstract

Physical fitness is the ability to perform daily activities without incurring significant fatigue and still have the energy to cope with the extra workload. Physical Freshness components include: strength, endurance, flexibility, speed, agility, coordination, balance, accuracy. This study uses a quantitative approach with descriptive methods. The sample in this study the number of 32 students who walk and ride bicycles. The research instrument was Tests Physical Freshness Indonesia (TKJI). Data were analyzed using mean and percentage. Results from this study is that physical fitness test on by boys that go to and from school on foot average value generated 15.89 medium category. Students daughter to and from school on foot average value generated 16.33 less category. While the male student who go to and from school by bicycle average value generated 17.63 medium categories. Students daughter to and from school by bicycle average value generated 17.29 less category. Concluded that physical fitness test results in students classified as less although there is one of two students who have a good level of physical fitness is average students who ride a bike, so for all eighth grade students of SMA Negeri 1 Banda Aceh will raise the recommended physical activity especially cycling when to and from school that can increase physical fitness. Abstrak The physical fitness adalah kemampuan melakukan kegiatan sehari-hari tanpa menimbulkan kelelahan yang berarti dan masih memiliki tenaga untuk mengatasi beban kerja tambahan. Komponen Kesegaran Jasmani meliputi: kekuatan, daya tahan, kelentukan, kecepatan, kelincahan, koordinasi, keseimbangan, ketepatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini dengan jumlah 32 siswa yang jalan kaki dan naik sepeda. Instrumen penelitian adalah Tes Kesegaran Jasmani Indonesia (TKJI). Teknik analisis data menggunakan mean dan prosentase. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa tes kesegaran jasmani pada siswa putra yang berangkat dan pulang sekolah jalan kaki nilai rata-rata yang dihasilkan 15,89 kategori sedang. Siswa putri yang berangkat dan pulang sekolah jalan kaki nilai rata-rata yang dihasilkan 16,33 kategori kurang. Sedangkan siswa putra yang berangkat dan pulang sekolah naik sepeda nilai rata-rata yang dihasilkan 17,63 kategori sedang. Siswa putri yang berangkat dan pulang sekolah naik sepeda nilai rata-rata yang dihasilkan 17,29 kategori kurang. Simpulan bahwa hasil tes kesegaran jasmani pada siswa tergolong kurang meskipun ada satu dua siswa yang memiliki tingkat kesegaran jasmani baik yang rata-rata adalah siswa yang naik sepeda, sehingga untuk semua siswa kelas XII SMA Negeri 1 Banda Aceh disarankan agar lebih memperbanyak aktivitas fisik terutama bersepeda ketika berangkat dan pulang sekolah supaya kesegaran jasmani dapat meningkat. Kata Kunci: Survey, kesegaran jasmani, kecepatan, kekuatan, daya ledak, daya tahan
ANALISIS TINGKAT KESEGARAN JASMANI SISWA YANG BERANGKAT PULANG SEKOLAH JALAN KAKI DAN NAIK SEPEDA Irfandi
Jurnal Penjaskesrek Vol. 5 No. 2 (2018)
Publisher : Program Studi Pendidikan Jasmani, STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (379.473 KB)

Abstract

Physical fitness is the ability to perform daily activities without incurring significant fatigue and still have the energy to cope with the extra workload. Physical Freshness components include: strength, endurance, flexibility, speed, agility, coordination, balance, accuracy. This study uses a quantitative approach with descriptive methods. The sample in this study the number of 32 students who walk and ride bicycles. The research instrument was Tests Physical Freshness Indonesia (TKJI). Data were analyzed using mean and percentage. Results from this study is that physical fitness test on by boys that go to and from school on foot average value generated 15.89 medium category. Students daughter to and from school on foot average value generated 16.33 less category. While the male student who go to and from school by bicycle average value generated 17.63 medium categories. Students daughter to and from school by bicycle average value generated 17.29 less category. Concluded that physical fitness test results in students classified as less although there is one of two students who have a good level of physical fitness is average students who ride a bike, so for all eighth grade students of SMA Negeri 1 Banda Aceh will raise the recommended physical activity especially cycling when to and from school that can increase physical fitness. Abstrak The physical fitness adalah kemampuan melakukan kegiatan sehari-hari tanpa menimbulkan kelelahan yang berarti dan masih memiliki tenaga untuk mengatasi beban kerja tambahan. Komponen Kesegaran Jasmani meliputi: kekuatan, daya tahan, kelentukan, kecepatan, kelincahan, koordinasi, keseimbangan, ketepatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini dengan jumlah 32 siswa yang jalan kaki dan naik sepeda. Instrumen penelitian adalah Tes Kesegaran Jasmani Indonesia (TKJI). Teknik analisis data menggunakan mean dan prosentase. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa tes kesegaran jasmani pada siswa putra yang berangkat dan pulang sekolah jalan kaki nilai rata-rata yang dihasilkan 15,89 kategori sedang. Siswa putri yang berangkat dan pulang sekolah jalan kaki nilai rata-rata yang dihasilkan 16,33 kategori kurang. Sedangkan siswa putra yang berangkat dan pulang sekolah naik sepeda nilai rata-rata yang dihasilkan 17,63 kategori sedang. Siswa putri yang berangkat dan pulang sekolah naik sepeda nilai rata-rata yang dihasilkan 17,29 kategori kurang. Simpulan bahwa hasil tes kesegaran jasmani pada siswa tergolong kurang meskipun ada satu dua siswa yang memiliki tingkat kesegaran jasmani baik yang rata-rata adalah siswa yang naik sepeda, sehingga untuk semua siswa kelas XII SMA Negeri 1 Banda Aceh disarankan agar lebih memperbanyak aktivitas fisik terutama bersepeda ketika berangkat dan pulang sekolah supaya kesegaran jasmani dapat meningkat. Kata Kunci: survey, kesegaran jasmani, kecepatan, kekuatan, daya ledak, daya tahan
ANALISIS INDEKS PEMBANGUNAN OLAHRAGA WARGA KOTA BANDA ACEH DAN ACEH BESAR Irfandi
Jurnal Penjaskesrek Vol. 6 No. 1 (2019)
Publisher : Program Studi Pendidikan Jasmani, STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (398.732 KB)

Abstract

The purpose of this research is to analyze the Sports Development Index of the Residents of the City of Banda Aceh and Aceh Besar, which are divided into Four (4) Subdistricts which are scattered: Kuta Radja Subdistrict, Kuta Alam District, Syiah Kuala District, and Baitussalam District, using regression dependent variable Sports Development Index. The study was tested using data in 2015, 2016, 2017 and 2018. There were several variables tested, the data was processed using the panel method including: human resources (District of KutaRadja 40), (District of Kuta Alam 34), and ( Syiah Kuala District as many as 18). While green open spaces: (Kuta Radja District 11,651 m2), (Kuta Alam District 15,476 m2), (Syiah Kuala District 7,985 m2) and District Baitussalam (17,985 m2)). Meanwhile the overall level of community participation shows the figures: (Kuta Radja Subdistrict 1321), (Kuta Alam Subdistrict 1784), (Syiah Kuala District 723) and (District 1933). So, from the results of this research indicate that the Sports Development Index of the citizens of Banda Aceh and Aceh Besar cities spread in four sub-districts in the three domains is still relatively low when compared to several other large cities in Indonesia. Abstrak Tujuan riset ini untuk menganalisis Indeks Pembangunan Olahraga Warga Kota Banda Aceh dan Aceh Besar, yang terbagikedalamEmpat (4) Kecamatan yang tersebar diantaranya: Kecamatan Kuta Radja, Kecamatan Kuta Alam, Kecamatan Syiah Kuala, dan Kecamatan Baitussalam, yakni dengan menggunakan regresi panel data variabel dependen Indeks Pembangunan Olahraga. Penelitian yang diuji dengan menggunakan data pada tahun 2015, 2016, 2017dan 2018. Terdapat beberapa variabel yang diuji, data diolah yakni dengan menggunakan metode panel diantaranya: sumber daya manusia (Kecamatan KutaRadja40), (Kecamatan Kuta Alam34), dan (Kecamatan Syiah Kuala sebanyak 18). Sementara ruang terbuka hijau: (Kecamatan Kuta Radja11, 651 m2), (Kecamatan Kuta Alam 15,476 m2), (Kecamatan Syiah Kuala 7,985 m2) dan Kecamatan Baitussalam (17,985 m2)). Sementara itu juga angka tingkat partisipasi masyarakat secara keseluruhan menunjukkan pada angka: (Kecamatan Kuta Radja 1321), (Kecamatan Kuta Alam 1784), (Kecamatan Syiah Kuala 723) dan (Kecamatan 1933). Maka, dari hasil riset ini menunjukkan bahwa Indeks Pembangunan Olahraga Warga Kota Banda Acehdan Aceh Besar yang tersebar di empat kecamatan dalam tiga ranah tersebut masih tergolong rendah jika dibandingkan dengan beberapa Kota besar lainnya yang ada di Indonesia. Kata Kunci: Pembangunan, olahraga, partisipasi, rendah
EVALUASI MODEL MODIFIKASI KETERAMPILAN DASAR BERMAIN SEPAKBOLA USIA10-17 TAHUN PADA SEKOLAH SEPAK BOLA BINTANG MUDA BANDA ACEH Irfandi Irfandi
Jurnal Penjaskesrek Vol. 6 No. 2 (2019)
Publisher : Program Studi Pendidikan Jasmani, FKIP Universitas Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (618.031 KB) | DOI: 10.46244/penjaskesrek.v6i2.903

Abstract

Research aims to know the basic skill level of playing the age of 10-17 years at the Football School (SSB) of the young star of Banda Aceh. " This research is classified in descriptive research. The population used in this study was that of the Young Football School (SSB) Bintang Banda Aceh numbered 26. Data collection techniques at the age of 10-17 years with basic skill Test playing football are: Pass the ball (passing), dribble, and the ball (heading), Shoot the ball (shooting), throw in, touch the ball (running with the ball). Data is processed using statistics by calculating the average and percentage values. The overall research results gained in this study were 4% being a good category of catagories, 77% were in both categories and 19% in medium category. The conclusion in this research is the skill level of playing football athletes SSB young star Banda Aceh aged 10-12 years is good. It is expected to coach to further steer the athlete during practice and apply a strategy practice pattern so that each regular game performs. To the athlete of the Youth School (SSB) The young star is expected to be more pocus in practice, especially in terms of playing football skills. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat keterampilan dasar bermain sepakbola usia 10-17 tahun pada Sekolah Sepak Bola (SSB) Bintang Muda Banda Aceh.” Penelitian ini digolongkan dalam penelitian deskriptif. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah semua atlet Sekolah Sepak Bola(SSB)Bintang Muda Banda Aceh berjumlah 26 orang. Teknik pengumpulan data pada usia 10-17 tahun dengan tes keterampilan dasar bermain sepakbola yaitu: mengoper bola (passing), menggiring bola (driblling), menyundul bola (heading), menembak bola (shooting), lemparan kedalam (throw in), sentuhan terhadap bola (running with the ball.Data diolah dengan menggunakan statistik dengan menghitung nilai rata-rata dan presentase. Hasil penelitian keseluruhan yang diperoleh dalam penelitian ini adalah 4% berada katagori baik sekali, 77% berada pada kategori baik dan 19% dalam kategori sedang. Adapun kesimpulan dalam penelitian ini adalah tingkaat keterampilan bermain sepak bola atlet SSB Bintang Muda Banda Aceh usia 10-12 tahun tergolong baik. Diharapkan kepada pelatih untuk lebih mengarahkan atlet pada saat latihan dan menerapkan pola latihan strategi sehingga setiap melakoni pertandingan biasa menerapkannya. Kepada atlet Sekolah Sepak Bola (SSB) Bintang Muda diharapkan lebih pokus dalam latihan,terutama dalam hal keterampilan bermain sepak bola. Kata kunci : Evaluasi, Keterampilan Dasar, Sepakbola
ANALISIS EVALUASI MANAJEMEN PELATIHAN KLUB OLAHRAGA ATLETIK NOMOR LARI, LOMPAT DAN LEMPAR BINAAN DISPORA PROVINSI ACEH Zikrur Rahmat; Irfandi Irfandi
Jurnal Penjaskesrek Vol. 6 No. 2 (2019)
Publisher : Program Studi Pendidikan Jasmani, FKIP Universitas Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (284.469 KB) | DOI: 10.46244/penjaskesrek.v6i2.904

Abstract

The purpose of this study was to analization the management of Athletic sports club training, especially the numbers for the run, jump and throw of the Aceh Dispora, and specifically aimed at assessing the extent of the development of existing Athletic sports clubs in each District / City under the guidance of the Aceh Dispora, in the study this research is Sabang, Aceh Besar, Pidie Jaya, Bener Meriah, Gayo Lues, Aceh Jaya, Simeulue and Aceh Singkil. The method used is a qualitative research method, which only assesses the feasibility of developing the management of Athletic sports clubs. The results obtained showed that: 1) facilitating the management / management of athletic sports, especially the numbers of running, jumping and throwing the Aceh Dispora Patronage in each Regency / City, 2) creating a management evaluation plan for Athletic sports club training, especially running numbers, lompat dan lempar Binas Dispora in Aceh Province, including all Dispora in each District / City that overshadow Athletic sports activities, 3) make monthly, weekly and daily training programs, 4) apply rules to be more disciplined, directed and motivated in practice, 5) can organize well about scheduling, determine the place of training especially the existing Dispora Aceh Athletic Sports Club in each Regency / City. The results of the research and discussion show that the process of managing athletes in Aceh Athletic Sports clubs in the regions is still relatively low, this is because the management, management, recruitment and financing processes are still classified as less / still in the process of improving towards more advanced. Abstrak Tujuan kajian penelitian ini adalah untuk menganalisis manajemen pelatihan klub olahraga Atletik khususnya nomor lari, lompat dan lempar Binaan Dispora Aceh, dan secara khusus bertujuan untuk menilai sejauh mana perkembangan pengelolaan klub olahraga Atletik yang ada disetiap Kabupaten/Kota dibawah Binaan Dispora Aceh, dalam kajian penelitian ini yakni Sabang, Aceh Besar, Pidie Jaya, Bener Meriah, Gayo Lues, Aceh Jaya, Simeulue dan Aceh Singkil. Metode yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif, dimana hanya menilai, melihat kelayakan perkembangan manajemen pengelolaan klub olahraga Atletik. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa:1) mempermudah dalam pengelolaan/kepengurusan olahraga atletik khususnya nomor lari, lompat dan lempar Binaan Dispora Aceh yang ada di setiap Kabupaten/Kota, 2) membuat suatu rancangan evaluasi manajemen pengelolaan pelatihan klub olahraga Atletik khususnya nomor lari, lompat dan lempar Binaan Dispora di Propinsi Aceh, termasuk semua Dispora yang ada di setiap Kabupaten/Kota yang menaungi untuk membina kegiatan olahraga Atletik, 3) membuat program latihan bulanan, mingguan, dan harian, 4) menerapkan aturan agar lebih disiplin, terarah dan termotivasi dalam berlatih, 5) dapat mengorganisasikan dengan baik tentang penjadwalan, penentuan tempat latihan terutama klub olahraga atletik Binaan Dispora Aceh yang ada disetiap Kabupaten/Kota. Hasil penelitian dan pembahasannya menunjukkan bahwa proses pengelolaan klub olahraga Atlet Atletik Aceh yang ada didaerah masih tergolong rendah, hal ini dikarenakanproses manajemen, pengelolaan, proses perekrutan dan pembiayaan masih juga tergolong kurang/masih dalam tahapan pembenahan menuju kearah yang lebih maju. Kata Kunci: Evaluasi, Manajemen, Binaan, dan Atletik