Suhengrin, Suhengrin
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Kemampuan Literasi Matematika Berbasis HOTS Ditinjau dari Kemandirian Belajar pada Pembelajaran PBL Berbantuan E-Modul Suhengrin, Suhengrin; Sukestiyarno, YL
Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 8 No 3 (2024): Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika Volume 8 Nomor 3 Tahun 2024
Publisher : Mathematics Education Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cendekia.v8i3.3559

Abstract

Survei PISA 2022 menunjukkan kemampuan literasi matematika berbasis HOTS Indonesia cukup rendah, oleh karena itu diperlukan inovasi pembelajaran yang berkualitas yaitu model PBL bebantuan e-modul. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menganalisis kualitas pembelajaran PBL berbantuan e-modul; (2) mendeskripsikan kemampuan literasi matematika siswa pada pembelajaran PBL berbantuan e-modul ditinjau dari kemandirian belajarnya. Penelitian ini menggunakan mixed methods model sequential explanatory. Hasil analisis kuantitatif menunjukkan bahwa pembelajaran PBL berbantuan e-modul memenuhi kriteria pembelajaran berkualitas, ditunjukkan dengan: (1) perencanaan pembelajaran valid dengan nilai 95,1 kiteria sangat baik; (2) pelaksanaan pembelajaran PBL berbantuan e-modul praktis, terlihat dari nilai hasil observasi keterlaksanaan pembelajaran sebesar 91,63 dengan kategori sangat baik dan nilai respon siswa terhadap pembelajaran sebesar 83,82 dengan kategori sangat baik; (3) penilain pembelajaran efektif, terlihat dari: (a) rata-rata kelas eksperimen sebesar 75,32 lebih dari KKM; (b) proporsi ketuntasan kelas eksperimen lebih dari 75%; (c) Rata-rata kelas eksperimen sebesar 75,32 lebih baik dari kelas kontrol sebesar 64,82; (d) kemandirian belajar berpengaruh positif terhadap kemampuan literasi matematika berbasis HOTS. Hasil analisis kualitatif menunjukkan bahwa subjek penelitian kemandirian belajar tinggi mampu menguasi enam indikator kemampuan literasi matematika. Subjek penelitian kemandirian belajar sedang mampu menguasi lima indikator kemampuan literasi matematika. Sedangkan siswa kemandirian belajar rendah hanya mampu menguasi dua indikator kemampuan literasi matematika.