Widiana, I Nyoman Gede
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PERANAN KEPALA BIDANG OBJEK DAN DAYA TARIK PARIWISATA DINAS PARIWISATA UNTUK MENINGKATKAN KUNJUNGAN WISATAWAN DESA WISATA MEGATI DI DESA MEGATI KECAMATAN SELEMADEG TIMUR KABUPATEN TABANAN Widiana, I Nyoman Gede
Jurnal Ilmiah Cakrawarti Vol 5, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Mahendradatta Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47532/jic.v5i2.653

Abstract

Pariwisata telah menjadi salah satu penggerak utama perekonomian global dengan tingkat perkembangan yang sangat cepat. Perkembangan pariwisata Bali telah menjadi leading sector atau generator penggerak yang terbukti mampu mendongkrak pertumbuhan ekonomi , sehingga munculnya sektor pariwisata di Bali memberikan perubahan positif pada perkembangan destinasi wisata. Perkembangan pariwisata sebagai industri yang mengutamakan jasa dan pelayanan menunjukan peran yang sangat menjanjikan bagi pertumbuhan ekonomi suatu negara.Peraturan Daerah Tingkat I Bali Nomor 3 Tahun 1991 tentang Pariwisata Budaya yang menyebutkan bahwa : “ Pariwisata Budaya adalah jenis kepariwisataan yang dalam perkembangannya dan pengembangannya menggunakan kebudayaan Bali yang dijiwai oleh Agama Hindu” . Desa Wisata Megati terletak di kecamatan Selemadeg Timur. Desa wisata ini menawarkan hamparan persawahan yang menghijau dan terasering yang sangat indah yang sangat bagus untuk wisata trekkingTerdapat faktor-faktor penghambat dalam implementasi peran Kepala Bidang objek dan Daya Tarik Pariwisata Desa Megati sehingga dirumuskan masalah yakni 1. Kurangnya SDM yang fungsional dalam melayani wisatawan asing maupun domestic yang berkunjung ke DTW Desa Megati Kecamatan Selemadeg Timur Kabupaten Tabanan 2. Kurangnya sarana dan prasarana untuk menunjang kegiatan pengembangan Daerah Tujuan Wisata (DTW) Desa Megati Kecamatan Selemadeg Timur Kabupaten Tabanan 3. Kurangnya promosi yang dilakukan oleh Bidang Daerah Tujuan Wisata untuk meningkatkan kunjungan wisatawan ke Daerah Tujuan Wisata Desa Megati Kecamatan Selemadeg Timur Kabupaten TabananTujuan dan manfaat penelitian merujuk dari rumusan masalah. Metode penelitian yang Penulis pergunakan adalah kualitatif dan kuantitatif. Adapun kesimpulan dalam penelitian ini Kepala Bidang objek dan Daya Tarik Wisata Dinas Pariwisata Sangat berperan meningkatkan kunjungan wisatawan melalui komunikasi, koordinasi, motivasi, pelatihan bahasa inggris, skill training  dan pelatihan teknologi sehingga sumber daya manusia menjadi meningkat. Promosi memiliki peranan sangat penting untuk meningkatkan kunjungan wisata baik kunjungan wisata domestik maupun mancanegara. Belum tercapainya peningkatan kunjungan pariwisata di Daerah Tujuan Wisata Desa Megati karena tahun 2019 Gunung Agung meletus dan tahun 2020 sampai tahun 2022 ada pandemi Covid 19, mudah – mudahan pandemic covid 19 ini cepat berakhir dan kunjungan wisatawan meningkat.
Membangun Kepemimpinan Publik Yang Berdampak: Integrasi Nilai Tri Hita Karana Dalam Menjawab Tantangan Kepemimpinan Kontemporer Di Tabanan Widiana, I Nyoman Gede
Locus Vol 18, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37637/locus.v18i1.2679

Abstract

This study aims to analyze the essential qualities and contemporary challenges in building impactful public leadership in Tabanan Regency. Using a qualitative approach through a literature review, five core qualities were identified: (1) transformational vision, (2) effective communication, (3) social concern, (4) ethical courage, and (5) integrity. The main challenges include systemic corruption, socio-economic crises, and digital disruption. Academically, this research proposes a public leadership model that integrates these qualities with the local philosophy of Tri Hita Karana as an operational ethical framework. The findings indicate that integrating the values of Parahyangan, Pawongan, and Palemahan not only strengthens leadership legitimacy but also serves as a contextual foundation for sustainable development. The strategic implications emphasize the need for developing value-based and adaptive leadership capacities to create transformative and responsive leaders at the local level.