Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Permasalahan Risiko Bencana Cuaca Ekstrim Kota Cirebon Firmansyah, Risteruw Leonardo; Mariany, Aria
GEOID Vol. 19 No. 3 (2024)
Publisher : Departemen Teknik Geomatika ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/geoid.v15i2.1660

Abstract

Kota Cirebon, seperti hal nya kota-kota di daerah peisisir di Indonesia yang juga dekat dengan daerah pegunungan, rentan terhadap ancaman bencana cuaca ekstrim yang semakin sering terjadi akibat perubahan iklim global. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis mendalam terhadap risiko bencana cuaca ekstrim di Kota Cirebon, mulai dari ancamannya hingga hal-hal yang dapat meningkatkan risiko bencananya. Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan melalui pengumpulan data historis, pemodelan statistik, dan analisis geospasial untuk mengevaluasi pola dan dampak dari bencana tersebut. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih baik tentang karakteristik bencana cuaca ekstrim dan memberikan rekomendasi untuk mitigasi bencana di masa depan.
Disaster Preparedness of Multi-Religious Houses of Worship: A Quantitative Reality Check in Harjamukti, Cirebon Taqiuddin, Zaki Muhammad; Mariany, Aria; Rafdi, Mohd. Abi
Indonesian Journal of Advanced Research Vol. 5 No. 2 (2026): February 2026
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55927/ijar.v5i2.16187

Abstract

This research stems from a growing concern regarding the vulnerability of Cirebon City, particularly the Harjamukti District, toward disasters that often bypass grassroots preparedness. My primary focus was to question the actual readiness of houses of worship as vital communal hubs. Using a quantitative descriptive approach via the Slovin formula, I gathered data from 47 multi-religious sites. The findings reveal a compelling dilemma: while risk knowledge and human resource capacity appear adequate, emergency planning and early warning systems remain alarmingly neglected. This suggests a significant gap between theoretical understanding and technical execution on the ground. Consequently, strengthening the institutional framework of these religious centers must become a policy priority for the BPBD. Future studies should further scrutinize the effectiveness of regular disaster simulations within these sacred spaces.