Abstrak Biopsi transtorakal untuk lesi perifer memerlukan tuntunan modalitas radiologi dalam pengambilan sampel sitologi. Ultrasonografi (USG) menjadi modalitas pilihan dalam menuntun prosedur biopsi tersebut. Penelitian ini bertujuan menentukan pengaruh karakteristik lesi terhadap adekuasi ambilan sampel sitologi pada tindakan biopsi jarum halus transtorakal dengan tuntunan ultrasonografi. Sebanyak26 pasien dengan lesi paru perifer ditentukan karakteristik lesi berdasarkan posisi, ukuran lesi yang menempel dinding dada, bentuk, ekhogenitas, komponen dominan dan vaskularisasi lesi, lalu dilakukan biopsi jarum halus transtorakal dengan tuntunan USG. Ambilan sampel sitologi yang adekuat ditentukan dengan laporan analisis sitopatologi oleh ahli patologi. Uji bivariat dilakukan antara karakteristik lesi dengan adekuasi ambilan sampel sitologi yang dituntun USG. Didapatkan 12 (46%) pasien posisinya di anterior, 13 (50%) pasien memiliki ukuran 2 - 5 cm, 22 (84,6%) pasien memiliki bentuk tepi membulat reguler, 20 (76,9%) pasien memiliki ekhogenitas hipoekhoik tanpa bintik hiperekhoik dan 20 (76,9%) pasien terdeteksi adanya vaskularisasi intralesi dengan £ 2 pembuluh darah. Sampel sitologi yang adekuat didapatkan pada 22 (84,6%) dari 26 pasien, termasuk satu pasien dengan lesi berukuran kecil (< 2 cm). Tidak ada komplikasi pasca prosedur pada seluruh pasien. Dapat disimpulkan bahwa karakteristik lesi dengan adekuasi ambilan sampel sitologi dengan tuntunan USG tidak memiliki hubungan yang signifikan. Namun, USG tetap merupakan modalitas radiologi pilihan sebagai penuntun tindakan biopsi transtorakal untuk lesi perifer dengan keberhasilan yang cukup baik, bahkan untuk lesi berukuran kecil (< 2 cm).Â