Pelayanan kesehatan di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) merupakan garda terdepan pelayanan publik yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan alur birokrasi, tingkat digitalisasi, serta kendala operasional pelayanan kesehatan pada empat Puskesmas di Kabupaten Majene yaitu Puskesmas Pamboang, Puskesmas Banggae II, Puskesmas Malunda dan Puskesmas Totoli. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif melalui teknik pengamatan (observation) langsung dan observasi dokumen penyelenggaraan pelayanan di empat lokasi penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh puskesmas telah menerapkan alur pelayanan yang terstruktur namun terdapat perbedaan signifikan pada model birokrasi yang ditonjolkan. Puskesmas Pamboang unggul pada integrasi sistem antrean daring melalui Mobile JKN. Puskesmas Banggae II menonjolkan ketelitian birokrasi konvensional dengan manajemen rekam medis berjenjang serta alur pelayanan penunjang (laboratorium dan farmasi) yang ketat. Puskesmas Malunda fokus pada birokrasi yang ringkas didukung administrasi berbasis digital yang masif sedangkan Puskesmas Totoli menerapkan birokrasi berlapis melalui model screening bertingkat dan pembagian klaster pelayanan (E-Puskesmas). Hambatan utama di keempat faskes meliputi rendahnya literasi digital masyarakat (terutama lansia), keterbatasan nakes, pemadaman listrik, serta ketidakstabilan jaringan internet. Kata kunci : Birokrasi Pelayanan, Puskesmas, FKTP, Analisis Komparatif, Kabupaten Majene