Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

KOMODIFIKASI KEMISKINAN PADA KONTEN BAGI-BAGI DI AKUN TIKTOK @WillieSalim Dewantara, Agung Saukani
Hulondalo Jurnal Ilmu Pemerintahan dan Ilmu Komunikasi Vol 4 No 1 (2025): Januari - Juni 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Poliitik Universitas Ichsan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59713/jipik.v4i1.1040

Abstract

The commodification of poverty refers to the practice of utilizing poverty narratives to gain popularity and financial benefits on social media. @WillieSalim uses this platform to assist the poor under certain conditions, such as following, liking, or commenting on his content. However, some aspects trigger criticism regarding the exploitation and over-imaging of poverty for personal gain. This analysis highlights how such content can turn the experience of poverty into a commodity in the contemporary digital economy. The purpose of this study is to determine the framing of the commodification of poverty exploitation content that occurs in the Bagi-bagi content on the TikTok @WillieSalim account. This research uses a qualitative descriptive approach using Robert N. Entman's framing analysis method. The results of this study indicate that @WillieSalim's social media content commodifies poverty to gain popularity by utilizing emotional narratives that invite sympathy. Although his social action provides direct assistance. The content tends to offer short-term solutions without solving the structural root causes of poverty. Framing analysis highlights how dramatic narratives and chosen visuals influence public perception, often raising ethical questions about using suffering for social gain or increasing engagement. Komodifikasi kemiskinan merujuk pada praktik memanfaatkan narasi kemiskinan untuk mendapatkan popularitas dan keuntungan finansial di media sosial. @WillieSalim menggunakan platform ini untuk memberikan bantuan kepada orang miskin dengan syarat-syarat tertentu, seperti follow, like, atau komentar pada kontennya. Namun, ada aspek yang memicu kritik terkait eksploitasi dan pencitraan yang berlebihan atas kemiskinan untuk kepentingan pribadi. Analisis ini menyoroti bagaimana konten semacam ini dapat mengubah pengalaman kemiskinan menjadi sebuah barang dagangan dalam ekonomi digital kontemporer. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pembingkaian komodifikasi konten terhadap ekploitasi kemiskinan yang terjadi dalam konten Bagi-bagi di akun tiktok @WillieSalim. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan menggunakan metode Analisis framing Robert N. Entman. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa konten media sosial @WillieSalim mengkomodifikasi kemiskinan untuk mendapatkan popularitas dengan memanfaatkan narasi emosional yang mengundang simpati. Meskipun tindakan sosialnya memberikan bantuan langsung. Konten tersebut bcenderung menawarkan Solusi jangka pendek tanpa menyelesaikan akar masalah kemiskinan seacra structural. Analisis framing menyoroti bagaimana narasi dramatis dan visual yang dipilih mempengaruhi persepsi publik, sering kali menimbulkan pertanyaan etika tentang penggunaan penderitaan untuk keuntungan sosial atau meningkatkan engagement.