Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

The Adversity Quotient (Aq) In The Stories Of Prophet Noah (Pbuh) And Prophet Abraham (Pbuh): An Islamic Education Perspective: Kecerdasan Adversitas (AQ) dalam Kisah Nabi Nuh AS dan Nabi Ibrahim AS: Perspektif Pendidikan Islam Fatimah Zuhriya; Fatwiah Noor; Sahibul Ardi
Ma'arif Journal of Education, Madrasah Innovation and Aswaja Studies Vol 3 No 2 (2024): DESEMBER
Publisher : Lembaga Pendidikan Ma'arif Nahdlatul Ulama, Kabupaten Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69966/mjemias.v3i2.278

Abstract

Salah satu kecerdasan yang dimiliki manusia adalah adversity quotient, yang merujuk pada kemampuan individu untuk menghadapi kesulitan. Banyak kasus menunjukkan bahwa orang sering gagal melihat tantangan sebagai peluang. Dalam Islam, Allah SWT telah memperingatkan bahwa hidup akan termasuk ujian, seperti bencana, godaan, kesulitan, dan hukuman. Oleh karena itu, penting untuk mengembangkan adversity quotient dari perspektif pendidikan Islam untuk membangun ketahanan psikologis umat Muslim. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) memahami konsep adversity quotient dalam kerangka pendidikan Islam; dan (2) memahami adversity quotient dalam kisah Nabi Nuh dan Nabi Ibrahim dari perspektif pendidikan Islam. Penelitian ini adalah studi pustaka menggunakan pendekatan kualitatif. Sumber data untuk studi ini mencakup dokumen, buku, dan jurnal relevan dengan topik. Temuan penelitian menunjukkan bahwa: (1) konsep adversity quotient dalam pendidikan Islam merujuk pada kemampuan individu untuk menghadapi kesulitan, mengamati, dan mengubahnya menjadi peluang. Dalam pendidikan Islam, kemampuan ini dikembangkan melalui penguatan pikiran dan hati, kesejahteraan spiritual dan fisik, serta etika. Ini diwujudkan dalam nilai-nilai pendidikan seperti kesabaran, ketahanan, ambisi, dan pengorbanan; dan (2) Adversity quotient dalam kisah Nabi Nuh mencakup enam nilai pendidikan: kesabaran, optimisme, ketekunan, ketahanan, kemurahan hati, jihad, dan pengorbanan. Sedangkan adversity quotient dalam kisah Nabi Ibrahim mencakup delapan nilai pendidikan: kepercayaan kepada Allah (tawakkal), kesabaran, rasa syukur, optimisme, ketekunan, kemurahan hati, jihad, pengorbanan, dan keteguhan (istiqamah).
Pendekatan Pembelajaran Dalam KKNI Fatwiah Noor
An-Nahdhah | Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan Vol. 10 No. 2 (2017): An-Nahdhah - Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan
Publisher : Institut Agama Islam Darul Ulum Kandangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Tulisan ini menyajikan tentang kurikulum pembelajaran bahasa arab di perguruan tinggi yang ada di Indonesia yang masih menyisakan berbagai polemik yang perlu dipikirkan bersama. Dalam pembahasannya disajikan tentang konsep kurikulum di perguruan tinggi mulai dari sejarah, perubahan yang terjadi dari awal sampai dengan sekarang. Kemudian juga disajikan tentang pembelajaran bahasa arab dari segi konsep pembelajaran dan bahasa arab sendiri, kemudian di poin terakhir penulis mencoba untuk menyajikan tentang kurikulum pembelajaran bahasa arab diperguruan tinggi dengan melihat dari segi tujuan dan segi proses pembelajaran tersebut. Dari tulisan ini diharapkan adanya gambaran tentang kurikulum pendidikan tinggi di Indonesia khususnya kurikulum pembelajaran bahasa arab yang ada di pergururan tinggi, baik itu di perguruan tinggi secara umum ataupun perguruan tinggi Islam secara khusus. Khususnya tentang tujuan dari pembelajaran bahasa arab tersebut sehingga kurikulum dapat disusun sesuai dengan tujuan yang diharapkan dan berkesesuaian antara tujuan dan komponen-komponen lain dalam kurikulum tersebut.
Perencanaan Dan Implementasi Kurikulum Merdeka di Madrasah Aliyah 2 Muhammadiyah Al-Furqan Banjarmasin Asbi Kurniawati; Faiza Zahidah; Habibah Salwa; Fatwiah Noor
Journal Of Foreign Language Learning and Teaching Vol 5 No 1 (2025)
Publisher : Institut Agama ISlam Negeri Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23971/v2napk91

Abstract

This study aims to describe the planning and implementation of the Merdeka Curriculum at a private Madrasah Aliyah, with a focus on Arabic language instruction. A qualitative descriptive approach was employed through observation and documentation techniques. The findings show that the implementation of the Merdeka Curriculum is conducted gradually in line with the policy of the Ministry of Religious Affairs. Grades X and XI have adopted the Merdeka Curriculum, while grade XII continues to use the 2013 Curriculum. During the transition period, the school independently organized five teacher training sessions to support curriculum implementation. Due to the absence of an internal subject-based teacher forum (MGMP), the Arabic language teacher prepares teaching modules independently. One of the main challenges faced is the difficulty in mapping students’ initial competencies because diagnostic assessments have not been optimally implemented. In addition, students’ diverse educational backgrounds influence the effectiveness of Arabic language learning. To address these challenges, the teacher applies differentiated learning strategies by grouping students according to their achievement levels and implementing collaborative learning approaches. Efforts to enhance students’ interest and motivation in learning Arabic are also carried out through religious-based approaches that emphasize the integration of spiritual values in the learning process. The study concludes that institutional readiness, teacher initiative, and adaptive instructional strategies play a crucial role in supporting the successful implementation of the Merdeka Curriculum in private madrasah settings. Keywords : Implementation, Merdeka Curriculum, Planning