This Author published in this journals
All Journal Media Informasi
Tri Rahma Kusuma Wardani
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Representasi Pustakawan di Media Massa dan Poster Peringatan Hari Pustakawan Nasional Tri Rahma Kusuma Wardani
Media Informasi Vol 33 No 2 (2024): Media Informasi
Publisher : Perpustakaan Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/mi.v33i2.15759

Abstract

Di era teknologi ini, pustakawan mencoba untuk mendobrak stereotipe tentang pustakawan dengan sifat kaku, berkacamata tebal, dan kuno. Representasi pustakawan tidak hanya digambarkan dalam poster, namun juga dalam berbagai media massa, seperti film dengan durasi panjang, film pendek, serial televisi, bahkan video musik. Di Indonesia telah banyak yang mengulas tentang representasi perpustakaan dan pustakawan yang muncul dalam media massa, yakni perfilman. Selain itu, poster Hari Pustakawan Nasional merupakan cara pustakawan berkomunikasi dengan masyarakat. Poster tersebut meliputi gambar pustakawan dan buku yang menjadi ikon perpustakaan. Tulisan ini bertujuan untuk menjelaskan representasi pustakawan yang termuat di media massa seperti film pendek, film berdurasi panjang, dan pada poster Hari Pustakawan Nasional. Metode yang digunakan dalam tulisan ini adalah kualitatif deskriptif. Analisis semiotik Roland Barthes digunakan dalam tulisan ini untuk menganalisis representasi pustakawan dalam serial film pendek Mr. Bean berjudul The Library, film berdurasi panjang berjudul The Plan Man, dan poster peringatan Hari Pustakawan Nasional. Pustakawan digambarkan sebagai orang kolot, berpakaian rapi, namun tetap ramah pada tahun 90-an, dan seiring berjalannya waktu peraturan perpustakaan dan penampilan pustakawan diubah sesuai dengan perkembangan zaman dan gaya berpakaian masa kini. Representasi pustakawan yang positif telah diusahakan dan dikomunikasikan oleh pustakawan kepada masyarakat melalui penampilan dan sikap. Hal ini tercermin dari media massa terutama poster sebagai medium yang merepresentasikan citra positif pustakawan saat ini. Masa kini, pustakawan direpresentasikan sebagai orang-orang trendy, mengikuti perkembangan zaman baik di ranah busana, teknologi, informasi, dan pengetahuan.
Representasi Perpustakaan Nasional Republik Indonesia dalam Konten Akun Instagram Tri Rahma Kusuma Wardani
Media Informasi Vol 32 No 1 (2023): Media Informasi
Publisher : Perpustakaan Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/mi.v32i1.6228

Abstract

Dalam perkembangan teknologi informasi, media sosial adalah salah satu produknya. Media sosial kini tidak hanya digunakan oleh perorangan untuk berkomunikasi dengan teman, namun juga digunakan oleh lembaga, termasuk Perpusnas. Media sosial Instagram yang dimiliki Perpusnas adalah representasi lembaga perpustakaan sebagai garda terdepan mendukung perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi informasi. Selain itu, hal ini menunjukkan bahwa Perpusnas mengikuti kemajuan teknologi dan informasi dan mengikuti pola perilaku masyarakatnya yang kini lebih dekat dengan teknologi. Namun demikian, isi atau konten Instagram memiliki makna, dan dalam memaknai sebuah konten Instagram diperlukan sebuah analisis tertentu. Tujuan dari penulisan ini adalah untuk mengetahui makna dibalik unggahan akun Instagram Perpusnas. Penulisan ini menggunakan analisis semiotika Roland Barthes dengan memaknai tanda yang terdapat dalam unggahan Instagram Perpusnas. Dari hasil analisis ditemukan bahwa representasi Perpustanas di akun Instagramnya menunjukkan bahwa Perpusnas adalah lembaga yang mengikuti perkembangan masyarakat melalui tulisan dan tagar yang dimuat, serta Perpusnas merupakan tempat kaum parlente bagi yang ingin memperkaya ilmu pengetahuannya.
Representasi Pustakawan di Media Massa dan Poster Peringatan Hari Pustakawan Nasional Tri Rahma Kusuma Wardani
Media Informasi Vol 33 No 2 (2024): Media Informasi
Publisher : Perpustakaan Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/mi.v33i2.15759

Abstract

Di era teknologi ini, pustakawan mencoba untuk mendobrak stereotipe tentang pustakawan dengan sifat kaku, berkacamata tebal, dan kuno. Representasi pustakawan tidak hanya digambarkan dalam poster, namun juga dalam berbagai media massa, seperti film dengan durasi panjang, film pendek, serial televisi, bahkan video musik. Di Indonesia telah banyak yang mengulas tentang representasi perpustakaan dan pustakawan yang muncul dalam media massa, yakni perfilman. Selain itu, poster Hari Pustakawan Nasional merupakan cara pustakawan berkomunikasi dengan masyarakat. Poster tersebut meliputi gambar pustakawan dan buku yang menjadi ikon perpustakaan. Tulisan ini bertujuan untuk menjelaskan representasi pustakawan yang termuat di media massa seperti film pendek, film berdurasi panjang, dan pada poster Hari Pustakawan Nasional. Metode yang digunakan dalam tulisan ini adalah kualitatif deskriptif. Analisis semiotik Roland Barthes digunakan dalam tulisan ini untuk menganalisis representasi pustakawan dalam serial film pendek Mr. Bean berjudul The Library, film berdurasi panjang berjudul The Plan Man, dan poster peringatan Hari Pustakawan Nasional. Pustakawan digambarkan sebagai orang kolot, berpakaian rapi, namun tetap ramah pada tahun 90-an, dan seiring berjalannya waktu peraturan perpustakaan dan penampilan pustakawan diubah sesuai dengan perkembangan zaman dan gaya berpakaian masa kini. Representasi pustakawan yang positif telah diusahakan dan dikomunikasikan oleh pustakawan kepada masyarakat melalui penampilan dan sikap. Hal ini tercermin dari media massa terutama poster sebagai medium yang merepresentasikan citra positif pustakawan saat ini. Masa kini, pustakawan direpresentasikan sebagai orang-orang trendy, mengikuti perkembangan zaman baik di ranah busana, teknologi, informasi, dan pengetahuan.