Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Sistem Klasifikasi Akurat Penyakit Daun Padi Menggunakan Convolutional Neural Network (CNN) Model Xception Rico Satria Ananda Putra; Ardiyansyah, Rifqi
Journal of Electronics and Instrumentation Vol. 2 No. 1 (2025)
Publisher : Fakultas MIPA, Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jei.v2i1.1629

Abstract

Penelitian ini mengatasi tantangan dalam mengidentifikasi penyakit tanaman daun padi secara akurat dalam pengolahan tanaman agar berjalan secara efektif dan mengurangi kerugian ekonomi yang disebabkan oleh penrunan produktivitas hasil panen. Padi merupakan komoditas utama dalam sektor pertanian, sehingga aya identifkasi dini terhadap penyakit tanaman daun padi dapat memberikan dampak signifikan terhadap stabilitas pangan. Dengan memanfaat metode Convolution Neural Network (CNN) untuk menganalisis gambar daun yang terinfeksi, penelitian ini juga bertujuan untuk meningkatkan akurasi klasifikasi penyakit, sehingga dapat mendukung interferensi yang cepat dan tanggap dalam pengoahan padi yang lebih tepat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan CNN dengan fokus pada analisis tekstur citra daun padi yang diambil menggunakan kamera Vivo Y17. Data set yang digunakan mencakup berbagai jenis penyakit yang telah diberi label dengan kategori penyakit, meliputi bacterial blight, blast, brown spot, sehat dan tungro. Data set ini diperoleh dari berbagai kondisi pencahayaan dan variasi daun yang terinfeksi kemudian digunakan untuk memastikan kekayaan data yang dapat meningkatkan akurasi model. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model CNN dengan arsitektur Xception yang dibangun memiliki kinerja yang sangat baik dengan akurasi sebesar 98,99%, nilai presisi sebesar 94%, nilai recall 96%, dan F1-Score 96% yang mengindikasikan bahwa model ini dapat membedakan berbagai kategori penyakit dengan akurasi yang tinggi berperan besar dalam membantu diagnosis otomatis penyakit daun padi dengan menganalisis gambar daun secara cepat dan akurat.
Pengembangan Model CNN Berbasis Patch dengan Segmentasi Superpiksel untuk Deteksi Kanker Kulit Muhammad Fais
Journal of Electronics and Instrumentation Vol. 2 No. 3 (2025)
Publisher : Jurusan Fisika, FMIPA Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jei.v2i3.60007

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengembangkan metode klasifikasi kanker kulit berbasis pembelajaran mendalam untuk meningkatkan akurasi diagnosis melanoma menggunakan pendekatan berbasis patch dan segmentasi superpiksel. Metode yang diterapkan mencakup segmentasi citra menggunakan algoritma Simple Linear Iterative Clustering (SLIC), ekstraksi multi-fitur tingkat piksel dan superpiksel, serta klasifikasi menggunakan model Convolutional Neural Network (CNN) yang dimodifikasi. Dataset yang digunakan berasal dari platform Kaggle dengan total 1.400 citra, di mana 5.000 patch dipilih secara acak untuk pelatihan dan validasi model. Hasil penelitian menunjukkan bahwa segmentasi superpiksel dengan parameter optimal mampu membentuk area homogen yang representatif, memperjelas batas lesi, dan mengurangi noise. Pada tahap ekstraksi fitur, fitur statistik tingkat piksel, seperti median kanal hijau (G) dan rata-rata kanal biru (B), memberikan akurasi tertinggi sebesar 93,3% dan sensitivitas hingga 92,2%. Kanal biru menunjukkan kemampuan yang lebih optimal dalam merepresentasikan kontras visual antara lesi dan kulit normal. Modifikasi arsitektur CNN menghasilkan akurasi klasifikasi hingga 93,3% dengan peningkatan generalisasi pada dataset yang bervariasi. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa kombinasi segmentasi superpiksel, ekstraksi fitur multi-level, dan klasifikasi berbasis CNN memberikan solusi yang efektif untuk deteksi dini kanker kulit. Pendekatan ini tidak hanya meningkatkan akurasi tetapi juga menyediakan model yang dapat diimplementasikan secara luas dalam mendukung tenaga medis untuk diagnosis yang lebih akurat dan konsisten. Penelitian ini membuka peluang pengembangan lebih lanjut untuk optimisasi parameter segmentasi dan integrasi data multikultural.