Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Operasional Pompa Distribusi pada Efisiensi Energi di Zona BTBS PAM Bandarmasih Prakoso, Fajar Bayu; Yuniarto, Adhi
Jurnal Sumberdaya Alam dan Lingkungan Vol 11, No 3 (2024)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Biaya energi total PT. Air Minum Bandarmasih Kota Banjarmasin melebihi rata-rata biaya energi nasional pada tahun 2022. Biaya energi yang tinggi disebabkan oleh kondisi topografi di Kota Banjarmasin yang relatif rendah dengan parameter kemiringan tanah hanya sekitar 0,13%. Kondisi tersebut menyebabkan pemanfaatan energi potensial (gravitasi) menjadi kurang optimal dalam proses distribusi air. Salah satu upaya dalam menurunkan biaya energi adalah dengan mengoptimalkan operasional pompa menjadi efisien. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui efisiensi penggunaan energi dengan metode perbandingan variasi operasional pompa. Metode penelitian yang digunakan meliputi pengukuran parameter kelistrikan, debit dan tekanan pada pompa distribusi zona BTBS; analisis efisiensi pompa; dan analisis potensi penghematan yang dapat dilakukan. Fokus penelitian dilakukan pada jam operasional pompa pada periode minimum pemakaian air (pukul 23.00 – 05.00). Hasil penelitian menunjukkan biaya listrik dengan operasional menggunakan 2 pompa lebih hemat (sebesar Rp 18.493.621,41 per bulan) dibandingkan operasional menggunakan 1 pompa. Operasional menggunakan 2 pompa memberikan efisiensi pompa rata-rata sebesar 55%, dibandingkan dengan operasional 1 pompa (18,93%). Bahkan potensi penghematan masih bisa dilakukan dengan meningkatkan frekuensi putaran pompa pada suatu batasan tertentu atau dengan menambah 1 unit pompa kapasitas 500 m3/jam. Kata kunci: biaya energi, efisiensi pompa, operasional pompa  ABSTRACT The total energy cost of PT Air Minum Bandarmasih Banjarmasin City exceeds the average national energy cost in 2022. High energy costs are caused by the relatively low topographic conditions in Banjarmasin City with a land slope parameter of only about 0.13%. This condition causes the utilisation of potential energy (gravity) to be less than optimal in the water distribution process. One approach to reducing energy costs is by optimizing the operational efficiency of the pumps. This study aims to assess the energy efficiency by comparing variations in pump operations. The research methodology includes the measurement of electrical parameters, flow rate, and pressure in the BTBS zone distribution pumps; pump efficiency analysis; and potential savings analysis. The study focuses on the operational hours of the pumps during periods of minimal water usage (from 23:00 to 05:00). The results indicate that using two pumps is more cost-effective (saving Rp 18,493,621.41 per month) compared to operating with one pump. The two-pump operation yields an average pump efficiency of 55%, compared to 18.93% for the one-pump operation. Furthermore, there is still potential for savings by increasing the pump rotation frequency within certain limits or by adding an additional pump with a capacity of 500 m3/hour. Keywords:  energy cost, pump operation, pump efficiency
Pengaruh Penerapan Sistem Elevated Reservoir Terhadap Efisiensi Energi di Layanan Pompa Booster Gerilya Prakoso, Fajar Bayu; Yuniarto, Adhi; Rahman, Ade Syaiful
Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah Vol 13, No 1 (2025): Januari 2025
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jtllb.v13i1.86646

Abstract

Biaya energi PT. Air Minum Bandarmasih pada tahun 2022 adalah sebesar Rp 532/m3 atau sekitar 39% dari total biaya operasional. Biaya energi tersebut lebih tinggi dibandingkan rata-rata biaya energi nasional (Rp 356,34/m3). Kondisi topografi tanah di Kota Banjarmasin yang relatif datar menyebabkan pemanfaatan energi potensial (gravitasi) menjadi kurang optimal dalam proses distribusi air minum. Salah satu upaya dalam menurunkan biaya energi adalah dengan penerapan elevated reservoir. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efisiensi energi penerapan elevated reservoir. Metode penelitian yang digunakan meliputi pengumpulan data primer dan sekunder; pengukuran parameter kelistrikan, debit dan tekanan untuk mengetahui efisiensi pompa; analisis penggunaan energi pada jaringan perpipaan eksisting; serta analisis penggunaan energi dan teknis pada jaringan perpipaan menggunakan elevated reservoir. Fokus penelitian adalah penerapan elevated reservoir yang beroperasi pada saat jam puncak tarif listrik atau waktu beban puncak (WBP) yaitu pada pukul 17.00-22.00 WITA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan listrik saat operasional menggunakan elevated reservoir lebih hemat sebesar Rp 434.883.265,-/ tahun dibandingkan dengan operasional menggunakan sistem pemompaan penuh. Ditinjau dari aspek teknis, tekanan air pada titik terjauh distribusi atau kritis masih memenuhi standar yang berlaku yaitu minimal 0,73 bar. Rata-rata tekanan terendah pada saat elevated reservoir beroperasi adalah sebesar 1,04 bar.