Penelitian ini dilatar belakangi oleh semakin berkembangnya industri batik di Indonesia karena meningkatnya permintaan pelanggan, tetapi juga menghadapi tantangan seperti produktivitas, inovasi, dan persaingan. Dalam menghadapi persaingan, Batik tetuko harus menciptakan model bisnis yang sesuai dan sukses dengan menggunakan Business Model Canvas (BMC). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan pada penelitian ini berjumlah 4 orang yaitu Pemilik Batik Tetuko dan 3 karyawan Batik Tetuko yang dipilih dengan berbagai pertimbangan. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa Penerapan Business Model Canvas pada usaha Batik Tetuko meliputi 9 blok bangunan Business Model Canvas yaitu Customer segmentss, Value propositionss, Channels, Customer relationships, Revenue streams, Key resources, Key activities, Key partnerships, dan Cost structures. Akan tetapi, beberapa blok bangunan dalam model bisnis seperti Customer segments, Value propositions, Channels, dan Revenue streams masih perlu dilakukan perbaikan. Selain itu, strategi yang diterapkan Batik Tetuko sudah efektif, namun perlu diperbaiki dengan menyempurnakan model bisnisnya seperti mulai menggunakan E-commerce dan memperluas segmen pelanggannya.