-, Wan Lutfiyah
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Pengetahuan Guru Bahasa Arab di Lembaga Yayasan Baitul Huda Duri Tentang Teori Mengajar Bahasa Arab sebagai Bahasa Kedua -, Wan Lutfiyah
Riyahuna: Jurnal Pendidikan Bahasa Arab Vol. 4 No. 1 (2024): EDISI 4 NO. 01 (November 2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/jpba/4117049

Abstract

Perkembangan teknologi dalam dunia pendidikan selalu diikuti oleh teori-teori pendidikan yang terus berkembang, sehingga mempermudah proses pembelajaran dan pencapaian tujuan pendidikan. Oleh karena itu artikel ini ditulis untuk mengetahui teori-teori yang diketahui oleh guru-guru di lembaga yayasan pendidikan Baitul Huda Duri dalam mengajar bahasa Arab sebagai bahasa kedua. Tidak hanya sekadar mengetahui materi, penting untuk memahami teori yang digunakan dalam pembelajaran bahasa Arab di lembaga tersebut serta bagaimana penerapannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan metode kualitatif deskriptif untuk menemukan jawaban dari pertanyaan artikel. Kemudian di lakukan wawancara untuk memperolehnya informasinya, tentunya yang akan di wawancarai adalah guru-guru yang mengajar pelajaran bahasa Arab di lembaga yayasan pendidikan Baitul Huda Duri. Dari hasil pembahasan, penulis menemukan bahwa guru disekolah tersebut mengenal ke-tiga teori pembelajaran, yaitu behaviorisme, nativisme, dan kognitivisme. Namun, dalam praktiknya, para guru hanya menggunakan dua teori, yakni behaviorisme dan nativisme. Dalam penerapannya, guru membacakan materi kepada peserta didik, kemudian menjelaskannya secara bertahap kalimat demi kalimat. Setelah itu, peserta didik diberikan evaluasi untuk mengukur sejauh mana pemahaman mereka terhadap materi yang disampaikan. Ketika menjelaskan materi ajar, guru menggunakan bahasa Arab secara penuh. Namun, jika ada peserta didik yang tidak memahami penjelasan tersebut, guru akan menjelaskan kembali dengan bahasa yang lebih sederhana atau menggunakan gestur tubuh serta praktik langsung.
Analisis Pengetahuan Guru Bahasa Arab di Lembaga Yayasan Baitul Huda Duri Tentang Teori Mengajar Bahasa Arab sebagai Bahasa Kedua -, Wan Lutfiyah
Riyahuna: Jurnal Pendidikan Bahasa Arab Vol. 4 No. 2 (2025): EDISI 4 NO. 2 (Mei 2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/jpba/4217253

Abstract

Perkembangan teknologi dalam dunia pendidikan selalu diikuti oleh teori-teori pendidikan yang terus berkembang, sehingga mempermudah proses pembelajaran dan pencapaian tujuan pendidikan. Oleh karena itu artikel ini ditulis untuk mengetahui teori-teori yang diketahui oleh guru-guru di lembaga yayasan pendidikan Baitul Huda Duri dalam mengajar bahasa Arab sebagai bahasa kedua. Tidak hanya sekadar mengetahui materi, penting untuk memahami teori yang digunakan dalam pembelajaran bahasa Arab di lembaga tersebut serta bagaimana penerapannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan metode kualitatif deskriptif untuk menemukan jawaban dari pertanyaan artikel. Kemudian di lakukan wawancara untuk memperolehnya informasinya, tentunya yang akan di wawancarai adalah guru-guru yang mengajar pelajaran bahasa Arab di lembaga yayasan pendidikan Baitul Huda Duri. Dari hasil pembahasan, penulis menemukan bahwa guru disekolah tersebut mengenal ke-tiga teori pembelajaran, yaitu behaviorisme, nativisme, dan kognitivisme. Namun, dalam praktiknya, para guru hanya menggunakan dua teori, yakni behaviorisme dan nativisme. Dalam penerapannya, guru membacakan materi kepada peserta didik, kemudian menjelaskannya secara bertahap kalimat demi kalimat. Setelah itu, peserta didik diberikan evaluasi untuk mengukur sejauh mana pemahaman mereka terhadap materi yang disampaikan. Ketika menjelaskan materi ajar, guru menggunakan bahasa Arab secara penuh. Namun, jika ada peserta didik yang tidak memahami penjelasan tersebut, guru akan menjelaskan kembali dengan bahasa yang lebih sederhana atau menggunakan gestur tubuh serta praktik langsung.