Permasalahan yang sering pada trimester pertama yaitu perasaan mual muntah akibat kadar estrogen yang meningkat. Mual muntah yang terjadi terus menerus dapat menyebabkan dehidrasi. Muntah yang lebih dari sepuluh kali sehari dan terjadi selama awal pertama kehamilan ini akan berlanjut menjadi Hiperemesis Gravidarum yang menyebabkan tubuh ibu menjadi lemah dan beresiko terhadap kesehatan janin. Penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui Pengaruh Pemberian Akurpresure Dan Aromaterapi Pappermint Terhadap Emesis Gravidarum Pada Ibu Hamil Trimester I Di Pmb Feni Gustina Di Kabupaten Pandeglang Tahun 2024. Jenis penelitian ini kualitatif dengan pendekatan melalui studi kasus yang akan dirumuskan dalam SCLR yaitu Penelusuran Rujukan Ilmiah memperoleh konsep teori asuhan Kebidanan berdasarkan hasil penelitian terdahulu dan studi kasus yaitu studi langsung penerapan kebidanan berdasarkan Evidance Based. Hasil penelitian memiliki katagori yang sama yaitu sebelum diberikan akurpresure dan aromaterapi kedua responden hasil indeks 12 dengan katagori sedang, sedangkan setelah diberikan akurpresure pada ibu hamil dengan nilai indek pada observasi selama satu minggu dengan nilai 11 pada kunjungan kedua, dan nilai 8 pada kunjungan ketiga, sedangkan aromaterapi pappermint setelah diberikan pada ibu hamil nilai 8 pada kunjungan ke 2, dan nilai 6 pada kunjungan ketiga, dari hasil kedua responden menunjukan ada penurunan nilai indeks, Namun terdapat perbedaan nilai indeks pada kedua responden yaitu pada penurunan intensitas mual dan muntah dengan perhitungan menggunakan PUQE (Pregnancy Unique Quantification of Emessis). Maka dapat disimpulkan bahwa Akurpresure dan Aromaterapi Pappermint dapat berpengaruh dalam menurunkan mual dan muntah pada ibu hamil trimester pertama di PMB Bd Feni Gustina dikabupaten pandeglang tahun 2024.