Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Upaya Diplomasi Koersif India dalam Konflik Sengketa Wilayah Kashmir Tahun 2012-2018 Khoiriyah, Ummu Masyithotul; Devi, Nila Aditya
Journal of Mandalika Literature Vol. 6 No. 1 (2025)
Publisher : Institut Penelitian dan Pengembangan Mandalika (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jml.v6i1.3979

Abstract

Sejak tahun 1947 bersamaan dengan kemerdekaan India dan Pakistan, Kashmir menjadi wilayah yang dipersengketakan kedua negara. Dinamika konflik yang berjalan secara fluktuatif bergantung pada kondisi hubungan kedua negara. Sehingga berbagai cara pernah diupayakan, baik secara soft dengan membentuk perjanjian kerja sama dan pemberian otonomi, atau secara hard dengan melakukan uji coba nuklir dan agresi militer. Oleh karena itu teori diplomasi koersif mampu digunakan untuk menganalisis konflik sengketa wilayah Kashmir. Hal ini menjadi sangat menarik untuk diteliti mengenai upaya India pada tahun 2012-2018 untuk mempertahankan Kashmir sebagai bagian dari wilayahnya. Dengan diplomasi koersif yang dilakukan India terhadap Pakistan untuk mencapai kepentingannya atas Kashmir.
Analisis Idiosinkratik 10 Tahun Kebijakan Luar Negeri Jokowi : Studi Kasus Peran Indonesia Terkait Pengungsi Rohingya Devi, Nila Aditya; Khoiriyah, Ummu Masyithotul
Journal Scientific of Mandalika (JSM) e-ISSN 2745-5955 | p-ISSN 2809-0543 Vol. 6 No. 3 (2025)
Publisher : Institut Penelitian dan Pengembangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/10.36312/vol6iss3pp685-693

Abstract

The policies of a country are determined by a leader and the background of a leader shapes his political personality. The idiosyncratic of a State leader can be influenced by the populism of his country. Indonesia is a democratic country where there is a change of leadership and changes in domestic and foreign policies. Jokowi during his tenure as President of Indonesia has a foreign policy direction that prioritizes diplomacy and negotiations. Jokowi's idiosyncratic in shaping foreign policy related to Rohingya refugees can be seen in the efforts of diplomacy and humanitarian assistance for Rohingya refugees. The embodiment of Indonesia's free-active foreign policy is manifested in policies for domestic pro-people and for international participation in cooperation and the realization of regional and global peace.