Munir, Ahmad Sirojul
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Peran Teknologi dalam Transformasi Supervisi Pendidikan di Era Digital 5.0 Munir, Ahmad Sirojul
Proceedings Series of Educational Studies 2024: Seminar Nasional “Penguatan Kompetensi Guru dan Tenaga Kependidikan dalam Program Guru Pengger
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peran Teknologi dalam Transformasi Supervisi Pendidikan di Era Digital 5.0
ANALISIS KINERJA APARATUR DESA DALAM PELAYANAN PUBLIK (Studi pelayanan di desa gempol kecamatan gempol kabupaten pasuruan) Munir, Ahmad Sirojul; Aminullah
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 02 (2025): Volume 10, Nomor 02 Juni 2025 publish
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i02.27431

Abstract

Penelitian ini menganalisis kinerja aparatur desa dalam memberikan pelayanan publik, dengan fokus pada Desa Gempol, Kabupaten Pasuruan. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya tuntutan masyarakat terhadap layanan yang efektif, transparan, dan akuntabel di tingkat desa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi efektivitas penilaian kinerja aparatur desa serta mengidentifikasi faktor-faktor pendukung dan penghambat dalam penyelenggaraan pelayanan publik. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap aparatur desa serta pemangku kepentingan terkait. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori evaluasi kinerja dari Davis yang mencakup delapan indikator penilaian, antara lain peningkatan kinerja, penyesuaian kompensasi, keputusan penempatan, kebutuhan pelatihan, pengembangan karier, kekurangan dalam proses perekrutan, ketidakakuratan informasi dan kesalahan desain pekerjaan, serta kesempatan kerja yang setara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun terdapat upaya peningkatan kinerja melalui koordinasi dan pelatihan (bimtek), masih terdapat kendala terutama dalam aspek kompensasi yang tidak sebanding dan penempatan tugas yang belum sepenuhnya sesuai dengan kualifikasi. Selain itu, pengembangan karier aparatur masih terhambat oleh struktur jabatan yang cenderung statis. Meskipun demikian, aparatur desa menunjukkan responsivitas yang baik dalam pelayanan kepada masyarakat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peningkatan kinerja aparatur desa membutuhkan pelatihan yang terstruktur, kompensasi yang adil, dan jalur karier yang lebih jelas untuk meningkatkan kualitas pelayanan serta memperkuat kepercayaan publik terhadap tata kelola pemerintahan desa.
Apitan Tradition in Javanese and Islamic Cultural Life (A Study in Karangsari Village, Karangtengah Subdistrict, Demak Regency) Munir, Ahmad Sirojul
Journal of Nahdlatul Ulama Studies Vol. 4 No. 2 (2023): Journal of Nahdlatul Ulama Studies
Publisher : Lakpesdam PCNU Kota Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35672/jnus.v4i2.88-98

Abstract

Apitan (sedekah bumi) is an annual agrarian thanksgiving ritual sustained within Javanese Muslim communities and reflects the dynamics of Islam–Java acculturation, in which local practices are endowed with Islamic meanings without erasing their cultural aesthetics. Building on this context, the article formulates three focal questions: (1) what are the forms and sequences of Apitan practices in Karangsari Village, Karangtengah Subdistrict, Demak Regency; (2) what socio-cultural functions and character-education potentials does the tradition contain; and (3) how is its normative status negotiated within Islamic legal reasoning through the custom-based maxim al-‘ādah muḥakkamah. This study employs a qualitative case-study design. Data were collected in April 2022 through participant observation of the Apitan series, semi-structured interviews with local religious figures, village officials/organizers, and community members, as well as document review. The data were analyzed using Miles and Huberman’s interactive model (data reduction, data display, and conclusion drawing/verification) with source triangulation and limited member checking. The findings show that Apitan in Karangsari comprises taḥtīm/khatam al-Qur’an (Qur’anic completion), a communal feast (kenduri), a harvest procession featuring gunungan (decorated piles of crops), and a wayang kulit performance as the ritual climax. Functionally, the tradition operates as ritualized gratitude for divine sustenance, a mechanism of social cohesion and inter-group religious cooperation, and an arena of informal character education transmitting religiosity, honesty, tolerance, and civic attachment. Normatively, the tradition is negotiated through al-‘ādah muḥakkamah by foregrounding gratitude–almsgiving–prayer as its core substance, while cultural forms are treated as local idioms that remain acceptable so long as they do not contradict foundational Islamic principles. Apitan is thus positioned as a cultural–religious practice that contextually mediates identity, solidarity, and Javanese Muslim piety.