Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

MENGENAL MUFASIR DAN KARYA TAFSIR Pratama, Fingky Hendika; Elsya, Elsya
Jurnal Multidisipliner Kapalamada Vol. 3 No. 04 (2024): JURNAL MULTIDISIPLINER KAPALAMADA
Publisher : Pusat Studi Ekonomi, Publikasi Ilmiah dan Pengembangan SDM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62668/kapalamada.v3i4.1302

Abstract

This article described the interpretation study carried out by the Mufassir in Indonesia. The term Mufassir is now important to revise in order to have that continuity among identity, tradition, and Al-Qur'an scientific study with their generations. The results showed that the practice of Qur'anic interpretation in Indonesia was spearheaded by Abdurrauf al-Singkil, Sheikh Nawawi al-Buntani, Mahmud Yunus, Ahmad Hasan Muhammad Hashbi Ash-Shiddiqy, HB Jassin, H. Bakri Syahid, Buya Hamka and Muhammad Quraish Shihab. The conclusion told that the style of interpretation in Indonesia contains three main dimensions, namely epistemology (source/method/criteria of Al-Qur'an knowledge), methodology (how to translate the dimensions of normativity of Al-Qur'an), and historical science. Therefore, the subjective nature of the Qur'an text turned into the objective nature of science text and then ethics (functioning the relationship between Al- Qur'an and social reality).
Pengembangan UMKM Bolu Tapai Keju Melalui Inovasi Varian Rasa, Kemasan, dan Logo Baru untuk Menciptakan Daya Saing di Desa Penandingan Kecamatan Sungai Rotan Rahmania, Nelly; Sundari, Siti; Oktavianti , Amanda; Fadhilla, Siti Nurul; Kurniati; Pratama, Fingky Hendika; Selviani
NAAFI: JURNAL ILMIAH MAHASISWA Vol. 2 No. 2 (2026): NAAFI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian (P3M) STKIP Majenang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62387/naafi.v2i2.391

Abstract

Penelitian ini membahas strategi pengembangan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) bolu di Desa Penandingan. Fokus utamanya adalah memasarkan produk dengan cara inovasi penambahan varian baru seperti bolu tapai keju, pembaruan kemasan, dan logo produk yang lebih menarik. Dengan metode penelitian kualitatif, kami mengumpulkan cerita dari pemilik usaha, pembeli, dan pelanggan melalui wawancara dan pengamatan langsung. Hasilnya, penjualan naik hingga 35%, daya tarik produk lebih kuat, dan UMKM ini bisa bersaing dengan produk dari luar desa. Strategi sederhana ini bisa ditiru UMKM lain di pedesaan untuk tumbuh lebih cepat