Tulisan ini hendak melihat signifikansi Kristus di dunia dengan menggunakan metafora musik jazz. Di dalam wacana teologi, telah banyak karya yang membicarakan tentang hubungan antara jazz dan teologi Kristen. Akan tetapi, penekanannya kerap berfokus hanya kepada relevansi metafora ini dalam kehidupan etis Kristen. Tulisan ini hendak memperdalam percakapan tersebut dalam terang pertanyaan penelitian: bagaimana metafora jazz dapat mengamplifikasi tidak hanya percakapan tentang kehidupan Kristen sebagai tubuh Kristus, tetapi juga realitas hubungan ciptaan dan Pencipta yang termediasi di dalam Kristus? Saya berargumen bahwa kendati metafora jazz memiliki kontribusi yang penting bagi kehidupan Kristen, percakapan keduanya harus dimulai dengan pembicaraan tentang hubungan jazz dengan Kristus. Untuk mendukung argumen ini, tulisan ini pertama-tama akan membahas tentang bagaimana metafora jazz telah dan dapat menjadi berguna bagi teologi. Kemudian, tulisan ini akan berfokus kepada improvisasi, sebagai salah satu hal yang sangat esensial bagi jazz, dan memetakan bagian yang menurut tulisan ini dapat digunakan dalam teologi. Setelah itu, tulisan ini akan membahas bagaimana metafora jazz dihubungkan dengan percakapan tentang Kristus, dan mengapa pembahasan ini dapat mengamplifikasi percakapan tentang metafora jazz dan kehidupan etis Kristen This article aims to take a look at the significance of Christ in the world through the metaphor of jazz music. In theological discourse, there had been many studies conducted on the relationship between jazz and Christian theology. However, those studies are often focused on the metaphor’s relevance for the Christian ethical life. This article thus deepens the conversation through the research question: how can jazz metaphor amplify not just the discourse regarding Christian life as the body of Christ, but also the reality of the Creator-creation relationship mediated in Christ? I argue here that despite its significance to the Christian life, the discourse between jazz and theology should first begin with the relationship between jazz metaphor and Christ. To prove this argument, this article would first discuss how jazz methapor has and can be used for theology. Then, it would drive its attention to improvisation, which is one of the most essential element in jazz, and dwelve within its components that this article thinks can be utilized theologically. Afterwards, it would articulate how jazz methapor can be associated to the Christological discussion, and why this can amplify the discourse between jazz methapor and the Christian ethical life.