Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PEMBINAAN KELUARGA UNTUK PENCEGAHAN DPROP OUT (DO) PENGOBATAN TB PARU DI KELURAHAN BANTA-BANTAENG KECAMATAN RAPPOCINI KOTA MAKASSAR Erlina, Erlina; Syahar, Alfi; Baharuddin, Baharuddin
E-Amal: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 3: September-Desember 2024
Publisher : LP2M STP Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47492/eamal.v4i3.3667

Abstract

Tuberkulosis paru merupakan penyakit infeksi menular yang saat ini menjadi fokus program pemerintah disebabkan karena melonjaknya kasus pada tahun 2022. Dampak pandemik merupakan salah satu penyebab dari munculnya kasus baru , yang disebabkan karena akses ke pelayanan kesehatan terbatas sehingga banyak SPP ( subyek penderita penyakit ) tidak mendapatkan layanan kesehatan . Bukan hanya itu saja stigma dan kepedulian masyarakat terhadap kasus juga sangat rendah , sehingga walaupun telah mengikuti program pengobatan harus drop out (DO), atau menjadi multi drug resistant (MDR). Untuk hal tersebut maka semua masyarakat dan keluarga yang mempunyai SPP ataupun masih dengan gejala harus diberikan pembinaan , dengan metode pemberian pengetahuan , praktik serta menggunakan media digital serta mengajarkan lagu semangat bagi anak Sekolah Dasar untuk dapat mengenal Tuberkulosi paru sehingga upaya promotif dapat berjalan dengan baik tanggung jawab yang diharapkan pemerintah agar Indonesia bisa menurunkan angka Tuberkulosis. Upaya yang telah dilakukan adalah pembinaan dengan memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk mendapatkan pengetahuan melalui pembinaan yang dilakukan di kelurahan Banta-bantaeng. Dalam pembinaan ini masyarakat terbuka melaporkan keadaan mereka yang putus obat, juga dengan membaca buku yang diberikan dapat membantu mereka untuk bisa membaca bahaya penyakit TB paru dan dampak putus obat . Selain itu bukan saja masyarakat yang perlu di berikan pembinaan , dilakukan pengenalan TB paru kepada anak sekolah dasar agar mereka dapat megnenal gejalanya sejak dini.Hasil yang bisa dilihat bahwa pembinaan secara berkelanjutan membuat masyarakat sadar akan pentingnya mendapatkan pengetahuan dari pihak tenaga kesehatan untuk berbagai macam penyakit yang ada di masyarakat
PROGRAM PERGURUAN TINGGI MANDIRI GOTONG ROYONG MEMBANGUN DESA (PTMGRMD) LLDIKTI WILAYAH IV JAWA BARAT DAN BANTEN DESA CIPTASARI KECAMATAN PAMULIHAN KABUPATEN SUMEDANG Syahar, Alfi; Widodo , Bali; Hernady , Dedy
Musyawarah: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2025): Musyawarah: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Anfa Mediatama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan sebuah bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat dan merupakan bagian integral dari Tri Dharma Perguruan Tinggi. 1. One Village One Product (OVOP) 2. New Zero Stunting 3. Literasi Miskin Ekstrim 4. Pusat Kesejahtraan Sosial 5. One Village One Inovation (OVOI) Desa Ciptasari merupakan sebuah desa yang berada di kecamatan Pamulihan kabupaten Sumedang. Lokasi ini terletak di bagian barat wilayah Kecamatan Pamulihan dan berbatasan langsung dengan Kecamatan Tanjungsari. Desa Ciptasari merupakan desa yang sedang berkembang. Awalnya, sebelum tahun 1975, Desa Ciptasari merupakan bagian dari wilayah Desa Citali bersama dengan Desa Sukawangi.Pada tahun 1975. Program one village one produk ini masiswa kkn berhasil membuat alat yaitu mesin penepung untuk UMKM herbis. New zero stunting program yang sudah dilaksanakan dan tidak ada kenaikan stunting selama kkn berlaku. Literasi masyarakat miskin melalui program dor to dor kerumah rumah warga untuk mengedukasi dan melaksanakan program perpustakaan keliling. Program pusat kesejahtraan sosial ini membuat pelayanan puskesos di desa Ciptasari menja lebih baik. One village one inovation berhasil membuat inovasi makanan kue kering anti stunting yang berbahan dasar daun kelor. Peningkatan Kapasitas Masyarakat Partisipasi Aktif Masyarakat Kolaborasi dengan Pemerintah dan Stakeholder Lain Kolaborasi dengan pemerintah dan stakeholder Lain, Sebagian besar target program yang telah direncanakan berhasil dicapai. Program-program seperti pemberdayaan ekonomi lokal, peningkatan kesehatan masyarakat, dan pengelolaan lingkungan hidup menunjukkan hasil yang positif, Rekomendasi Penguatan kolaborasi dan sinergi, peningkatan kapasitas dan pelatihan berkelanjutan, optimalisasi penggunaan tek knologi, Pemberdayaan ekonomi lokal, Pengembangan infrastruktur dan fasilitas pendukung, Monitoring dan evaluasi berkelanjutan.