Volume sampah yang terus meningkat sejalan dengan pertumbuhan penduduk dan keterbatasan lahan untuk pembuangan akhir adalah masalah yang harus segera dipecahkan. Timbulan sampah Kota Cilegon meningkat seiring dengan pertumbuhan jumlah penduduk sebagai konsekuensi dari urbanisasi yang cepat. Sebagai wujud kepedulian, PT Indonesia Power PLTU Banten 1 Suralaya membantu pemerintah dan masyarakat untuk ikut terlibat dalam mensukseskan program pengelolaan sampah melalui sistem Bank Sampah Terpadu Berbasis Pemberdayaan Masyarakat, melalui Bank Sampah Puma Mandiri melakukan inovasi melalui kegiatan pemanfaatan sampah menjadi Bahan Bakar Jumputan Padat (BBJP) sebagai bahan bakar co-firing PLTU Banten 1 Suralaya. Inovasi tersebut merupakan salah satu upaya untuk mendukung Komitmen Pemerintah untuk mengembangkan energi baru terbarukan (EBT) berdasarkan Paris Agreement, yaitu mencanangkan pencapaian bauran energi EBT hingga 23% pada tahun 2025. Inovasi ini berdampak pada perubahan sistem yang mempunyai nilai tambah perubahan rantai nilai berupa terbangunnya sistem pengolahan sampah terpadu di Kelurahan Lebakgede mulai dari sampah organik menjadi kompos dan BBJP yang menjadi energi baru terbarukan serta peningkatan pendapatan dari anggota kelompok bank sampah. Program BBJP merupakan kegiatan pemberdayaan masyarakat dan mendukung pemerintah dalam memanfaatkan Energi Baru Terbarukan (EBT).