Provinsi Jawa Barat mengalami fenomena minimnya jumlah tenaga kerja di sektor pertanian yang berumur 15-24 tahun atau generasi Z dengan tingkat pendidikan tinggi. Minimnya jumlah tenaga kerja di sektor pertanian dari generasi Z sebagai mahasiswa dapat disebabkan oleh persepsi pekerjaan di sektor pertanian yang kurang bergengsi; identik dengan kegiatan kotor; melelahkan; berpendapatan rendah; dan kesesuaian pekerjaan tersebut dengan kehidupan seseorang. Alhasil, perlu dilakukan penelitian mengenai persepsi mahasiswa terhadap pekerjaan di sektor pertanian dengan penyesuaian pernyataan sesuai dengan kondisi mahasiswa sebagai mahasiswa fakultas pertanian. Desain penelitian pada penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif melalui metode survei menggunakan kuesioner dengan jumlah sampel sebanyak 100 mahasiswa aktif Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran. Metode analisis data yang digunakan ialah analisis pemetaan menggunakan grafik sarang laba-laba. Hasil penelitian yang didapatkan ialah mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran memiliki persepsi positif mengenai uang saku per bulan yang dimiliki. Adapun persepsi mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran yang tergolong cukup positif, yaitu cukup bergengsi, cukup jauh dari kegiatan kotor, dan cukup sesuaiĀ dengan kehidupan mahasiswa. Sementara, persepsi yang tergolong negatif ialah persepsi melelahkan, baik secara fisik maupun psikis.