Ayatullah Chumaini
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pemikiran Pendidikan Islam Muhammad Iqbal Ayatullah Chumaini
Jurnal Riset Multidisiplin Edukasi Vol. 2 No. 1 (2025): Jurnal Resit Multidisiplin Edukasi (Edisi Januari 2025)
Publisher : PT. Hasba Edukasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71282/jurmie.v2i1.44

Abstract

Muhammad Iqbal merupakan tokoh pembaru Islam yang merupakan seorang penyair dan filsof timur. Dalam bidang pendidikan Islam, dalam sebuah buku yang ditulis oleh K.G. Sayyidan yang berjudul “Iqbal’s Educational Philosophy” yang pertama kali diterbitkan di Lahore ini diakui sebagai hasil serapan dari karya-karya Iqbal. Ide serta konsepsi yang termaktub dalam karya ini merupakan hasil pengkajian dan penganalisisan tentang pemikiran-pemikiran Iqbal dalam bidang pendidikan Islam yang tersurat maupun tersirat di setiap karya-karya Muhammad Iqbal. Pendidikan Islam yang disampaikan oleh Muhammad Iqbal didasari oleh proses kehidupan nyata di masyarakat yang tidak selalu menguntungkan nasib kehidupan pada kodrat yang ditentukan oleh Allah Swt semata. Tetapi harus ada aksi atau tindakan yang membuat perubahan di kehidupan nyata. Adapun tujuan masalah merupakan sebuah upaya dalam mendekati jawaban dari rumusan masalah sebagai berikut: 1) Untuk mengetahui profil Muhammad Iqbal serta kontribusinya terkait pendidikan Islam. 2) Untuk mengetahui pemikiran pendidikan Islam menurut Muhammad Iqbal. 3) Untuk memahami konsep pendidikan Islam yang ditawarkan oleh Muhammad Iqbal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kajian kepustakaan (Library Research).Adapun implementasi segala potensi dan teori kehidupan sangatlah penting, sehingga dari semua itu akan tercipta manusia yang ideal. Iqbal merumuskan bahwa manusia ideal setidaknya memiliki dua ciri yaitu: 1) Hidupnya selalu dipenuhi dengan perjuangan tanpa kenal putus asa. Dia akan selalu menjauhi sifat malas dan tidak pernah meremehkan suatu masalah meskipun itu sederhana; 2) Orang yang baik akan menerapkan intelegensinya secara meningkat dalam rangka penjelajahan daya kekuatan alam.