Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan akses masyarakat pesisir terhadap air bersih melalui penerapan teknologi pengolahan air berbasis filtrasi sederhana di Desa Papringan, Kecamatan Banyumas, Kabupaten Banyumas. Permasalahan utama yang dihadapi warga adalah rendahnya kualitas air sumur akibat tingginya tingkat kekeruhan, kandungan logam berat, serta kontaminasi mikroba yang disebabkan oleh intrusi air laut dan limbah rumah tangga. Kegiatan ini dilaksanakan dengan pendekatan partisipatif berbasis komunitas yang melibatkan warga dalam seluruh tahapan, mulai dari perencanaan, pembuatan, hingga pemeliharaan alat filtrasi. Sistem filtrasi yang dikembangkan menggunakan bahan lokal seperti pasir silika, arang aktif, ijuk, dan kerikil, dengan desain yang mudah diterapkan dan berbiaya rendah. Hasil pengujian menunjukkan penurunan kekeruhan air sebesar 93,8% dan kandungan Escherichia coli hingga 96%, menjadikan air layak digunakan untuk kebutuhan rumah tangga. Selain peningkatan kualitas air, terjadi pula peningkatan literasi masyarakat terhadap sanitasi dan kesehatan lingkungan sebesar 36,8%, serta penurunan pengeluaran air bersih rumah tangga hingga 60%. Pembentukan Kelompok Masyarakat Peduli Air Bersih menjadi langkah strategis dalam menjaga keberlanjutan program melalui sistem perawatan mandiri berbasis gotong royong. Kegiatan ini tidak hanya memberikan dampak teknis dan sosial, tetapi juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) poin ke-6 tentang air bersih dan sanitasi layak. Dengan demikian, penerapan teknologi filtrasi sederhana berbasis bahan lokal terbukti efektif, inklusif, dan dapat direplikasi di wilayah pesisir lain di Indonesia sebagai model pengelolaan air bersih berkelanjutan.